Rusia Tawarkan Upah Besar Untuk Rekrut Para Sukarelawan yang Mau Berperang

Senin, 19 September 2022 | 08:25 WIB
Rusia Tawarkan Upah Besar Untuk Rekrut Para Sukarelawan yang Mau Berperang Rusia Tawarkan Upah Besar Untuk Rekrut Para Sukarelawan yang Mau Berperang

RIAU24.COM - Tentara Rusia mencari tentara kontrak untuk apa yang disebutnya "operasi militer khusus" di Ukraina dengan menggunakan truk perekrutan, untuk merayu para sukarelawan yang mau berperang akibat kehabisan tentara.

Tentara Rusia bergerak dengan menggunakan sebuah truk untuk menarik sukarelawan, dan menawarkan gaji USD 2.700 (Rp 41 juta) per bulan sebagai insentif, untuk merayu para sukarelawan yang mau berperang.

Bahkan, tentara Rusia menempatkan sebuah truk di sebuah taman pusat di kota Rostov, Rusia selatan pada hari Sabtu, 17 September 2022, dan membuka kantor keliling.

Tentara menggunakan topeng hitam dan senjata, membagikan brosur berwarna berjudul "Layanan militer dengan kontrak - pilihan pria sejati" kepada orang yang lewat.

Baca Juga: Lima Orang Tewas Saat Topan Noru Melanda Filipina Utara

Baik Rusia maupun Ukraina tidak mengungkapkan berapa kerugian militer yang diderita hingga hari ini, yang diperkirakan oleh badan intelijen Barat mencapai puluhan ribu dollar.

Dilansir dari Aljazeera, Senin, 19 September 2022, Moskow belum memperbarui jumlah kematian resmi akibat perang melawan Ukraina sejak 25 Maret 2022.

Sebelumnya dilaporkan sebanyak 1.351 tentara Rusia tewas dan 3.825 lainnya terluka. 

Kremlin mengatakan pekan lalu tidak ada diskusi tentang mobilisasi nasional untuk meningkatkan kekuatannya.

Upaya perekrutan tersebut menunjukkan jika Moskow membutuhkan lebih banyak pria. 

Adapun petugas yang bertanggung jawab atas truk Rostov mengatakan orang Rusia dan orang asing berusia 18 hingga 60 tahun dengan setidaknya pendidikan sekolah menengah, memenuhi syarat untuk menjadi sukarelawan perang.

“Warga negara yang berpikiran patriotik memilih untuk menandatangani kontrak selama tiga atau enam bulan untuk mengambil bagian dalam operasi militer khusus,” kata Mayor Sergei Ardashev, dimana ia juga menjanjikan pelatihan untuk semua orang.

Upah bulanan minimum yang ditawarkan adalah 160.000 rubel (USD 2.700), yang hampir tiga kali lipat dari rata-rata nasional.

Baca Juga: Korban Tewas Dalam Tragedi Kapal Bangladesh Meningkat Menjadi 32 Orang Sementara Puluhan Lainnya Menghilang

Salah satu calon yang direkrut adalah musisi Viktor Yakunin, yang mengatakan bahwa dia selalu tertarik dengan gagasan wajib militer dan sekarang sedang mengumpulkan dokumen yang diperlukan.

"Saya akan senang untuk melayani di angkatan udara," katanya. 

“Orang tua saya membesarkan saya sejak kecil untuk mencintai tanah air saya, untuk melindungi Rusia.” katanya lagi.

Di dalam truk, Yakunin duduk bersama Ardashev, yang mengatakan kepadanya bahwa langkah selanjutnya adalah pemeriksaan mental. 

Jika dia lulus itu, maka Yakunin akan menjalani tes fisik kecepatan, kekuatan dan daya tahan.

Jika semuanya berjalan dengan baik, Yakunin akan tiba di unit militer, dan resmi memulai dinas militer.  ***


 

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...