Benarkah Muhaimin Iskandar Hanya Dimanfaatkan Gerindra Lantaran Tak Dijadikan Cawapres?

Jumat, 25 November 2022 | 16:31 WIB
Politisi PKB Muhaimin Iskandar. Sumber: Internet Politisi PKB Muhaimin Iskandar. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Pengamat Politik Citra Institute, Efriza mengomentari kabar miring soal Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang dimanfaatkan Gerindra karena tak dijadikan Cawapres 2024.

Dia mengatakan tidak ada jaminan bagi Muhaimin Iskandar untuk dijadikan Cawapres oleh Gerindra dikutip dari wartaekonomi.co.id, Jumat, 25 November 2022.

Menurutnya, Muhaimin Iskandar terkesan diajak berkoalisi oleh Gerindra hanya untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Sendiri Lagi, Pastikan Diri Gabung Partai Politik

Ia juga menambahkan dalam koalisi ini, tidak ada jaminan bagi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bakal dijadikan calon wakil presiden (cawapres) sekalipun mendirikan koalisi baru.

Efriza juga menambahkan, tentu saja hal ini membuat Muhaimin geram.

Selain menyelesaikan permasalahan dalam koalisi, Wakil Ketua DPR itu juga sedang disangkutpautkan kembali berbagai kasus korupsi di masa lalu.

"Ini artinya, Cak Imin merasa semakin jauh dari kans sebagai cawapres, karena memang Gerindra tidak sepenuh hati menginginkan Muhaimin Iskandar," sebutnya.

Tambahnya, keinginan nyapres yang ditonjolkan Cak Imin hanya sekadar untuk menaikkan posisi tawar di dalam koalisi Gerindra-PKB.

"Inilah yang bikin Muhaimin bergejolak mulai bersuara terhadap Koalisi Gerindra-PKB," ujarnya.

Baca Juga: Ketua MPR Pertanyakan Kesiapan Penyelanggara Pemilu 2024: Minta Dipikir Ulang

Untuk diketahui, saat ini ada dugaan muncul riak-riak di dalam internal PKB bahwa Cak Imin tidak akan diusung menjadi cawapres.

Disis lain, Muhaimin merasa dirinya diamanati oleh partai untuk menjadi capres seperti yang tertuang dalam Muktamar PKB tahun 2019.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...