Menu

Kerja Sama Maritim dan Pertemuan Ulama Jadi Fokus Utama Selama NSA India dan Pertemuan Dengan Mitra Dari Indonesia

Devi 29 Nov 2022, 15:59
Kerja Sama Maritim dan Pertemuan Ulama Jadi Fokus Utama Selama NSA India dan Pertemuan Dengan Mitra Dari Indonesia
Kerja Sama Maritim dan Pertemuan Ulama Jadi Fokus Utama Selama NSA India dan Pertemuan Dengan Mitra Dari Indonesia

RIAU24.COM - Kerja sama maritim dan pertemuan Ulama akan menjadi fokus utama saat Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval dan  Prof. Dr. Mohammad Mahfud dari Indonesia duduk untuk pembicaraan pada hari Selasa di Delhi. 

Dr Mahfud adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk Indonesia dan memulai kunjungannya ke India dari Senin malam. 

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan timbal balik dan dilakukan setelah NSA Doval mengunjungi negara ASEAN awal tahun ini untuk 2nd India Indonesia Security Dialogue. 

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mahfud setuju untuk mengunjungi India dan mengusulkan dialog bersama Ulama antara kedua negara. 

Dia didampingi oleh 24 anggota delegasi, termasuk perwakilan dari sebagian besar Ulama senior, dan perwakilan dari agama lain seperti Hindu, juga Kristen. 

Pertemuan Ulama akan menjadi fokus utama selama kunjungannya karena Ulama India dan Indonesia mengadakan pembicaraan sepanjang hari di ibu kota negara India. 

Pertemuan tersebut dipimpin oleh NSA Doval dan Menteri Mahfud. 

Sumber mengatakan kepada WION bahwa pertemuan tersebut akan meningkatkan "keakraban" antara Ulama dari 2 pihak dan "memperkenalkan orang-orang dari kedua belah pihak secara terstruktur". 

Pertemuan Ulama akan memiliki 3 sesi utama, Islam: Kesinambungan dan perubahan, Harmonisasi masyarakat antaragama: praktik dan pengalaman, dan melawan radikalisasi dan ekstremisme di India dan Indonesia. 

Ditanya tentang bagaimana kedua belah pihak akan menggunakan pertemuan dengan penekanan pada deradikalisasi, sumber mengatakan bahwa masalah tersebut akan dibahas, menunjukkan bahwa Delhi, Jakarta sudah memiliki keterlibatan dalam ruang penegakan hukum. 

Pihak India akan diwakili oleh Jamiat Ulema-e-Hind, Organisasi Mahasiswa Muslim, komunitas Bohra antara lain.

Ulama dipandang sebagai tokoh berpengaruh dalam masyarakat Islam dan pertemuan tersebut dipandang sebagai cara untuk memajukan kerja sama untuk mempromosikan toleransi, kerukunan, dan melawan ekstremisme kekerasan dan radikalisasi. 

Siaran pers bersama juga akan dikeluarkan di akhir acara oleh kedua belah pihak.

Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat membahas peningkatan kerja sama pertahanan antara kedua belah pihak. 

Meski belum ada pengumuman resmi, Indonesia bisa menjadi negara ke-2 di ASEAN yang mendapatkan  rudal Brahmos dari India.

Indo Pasifik telah menjadi bidang pembicaraan lain dengan Jakarta yang dipandang sebagai pemimpin pemikiran di balik pandangan ASEAN tentang strategi Indo Pasifik. 

Menteri Indonesia mengakhiri kunjungannya pada tanggal 1 Desember  . Pada hari Rabu, delegasi Indonesia akan melakukan perjalanan ke Agra untuk melihat Taj Mahal.

 

***