Korea Selatan Mengacak Jet Setelah Delapan Pesawat Tempur China dan Rusia Memasuki Zona Pertahanan Udaranya

Rabu, 30 November 2022 | 17:21 WIB
Korea Selatan Mengacak Jet Setelah Delapan Pesawat Tempur China dan Rusia Memasuki Zona Pertahanan Udaranya Korea Selatan Mengacak Jet Setelah Delapan Pesawat Tempur China dan Rusia Memasuki Zona Pertahanan Udaranya

RIAU24.COM - Setidaknya dua pembom China dan enam pembom dan jet tempur Rusia memasuki zona pertahanan udara Korea pada hari Rabu mendorong Korea Selatan untuk mengacak jet tempurnya, kata militer Seoul. Namun, pesawat-pesawat tersebut tidak melanggar wilayah udara, padahal China dan Rusia sebelumnya telah menyatakan sedang melakukan latihan bersama. 

“Militer kami mengirim jet tempur angkatan udara sebelum masuknya pesawat China dan Rusia ke KADIZ (Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea) untuk menerapkan langkah-langkah taktis dalam persiapan menghadapi potensi kontinjensi,” kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Kremlin Dukung Sayembara Berhadiah Uang Tunai 1 Rp Miliar Yang Bisa Merampas Tank NATO
 

Sekitar pukul 5:50 (waktu setempat), dua pembom H-6 China memasuki KADIZ di lepas pantai wilayah selatan dan timur laut Korea Selatan, kata JCS. Selanjutnya, dua pembom bersama dengan pembom TU-95 Rusia dan jet tempur SU-35 memasuki kembali zona pertahanan udara dari Laut Jepang dan pergi setelah 18 menit. 

Langkah ini juga mendorong Angkatan Udara Bela Diri Jepang untuk mengacak jet tempurnya setelah dua pesawat pengebom China, disertai dengan dua drone Rusia memasuki Laut Jepang dari Laut China Timur, kata kementerian pertahanan Tokyo, dalam siaran pers. 

Baca Juga: BlockBerryCreative Keluarkan Petisi untuk Penangguhan Aktivitas Chuu di Televisi

Meskipun ini tidak melanggar wilayah udara Seoul atau Tokyo, zona pertahanan udara seperti KADIZ mengharuskan pesawat asing untuk mengidentifikasi diri mereka secara khusus, namun tidak ada aturan yang mengatur ruang ini. Khususnya, Rusia tidak mengakui zona pertahanan udara Korea, sementara Beijing percaya bahwa karena ini bukan wilayah udara teritorial, setiap negara harus dapat bergerak dengan bebas. 

 

***

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...