Menu

Bersitegang dengan China, India Uji Coba Rudal ICBM Berkemampuan Nuklir

Riko 17 Dec 2022, 16:50
India Uji Coba ICBM Berkemampuan Nuklir di Tengah Ketegangan dengan China (net)
India Uji Coba ICBM Berkemampuan Nuklir di Tengah Ketegangan dengan China (net)

RIAU24.COM - India berhasil melakukan uji coba rudal berkemampuan nuklir jarak jauh atau ICBM. Langkah ini dilakukan New Delhi untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya di tengah ketegangan perbatasan dengan China.

Menteri Urusan Parlemen India, Pralhad Joshi mengatakan, rudal balistik antarbenua Agni-V ditembakkan pada Kamis lalu dari Pulau Abdul Kalam di negara bagian Odisha timur.

“Rudal itu akan menambah nilai besar bagi pertahanan dan memperkuat keamanan nasional secara lebih luas,” cuit Joshi, mengutip jangkauannya 5.400 km atau lebih seperti dikutip Sindonews dari Al Jazeera, Sabtu (17/12/2022).

Media India melaporkan menjelang tes, otoritas India mengeluarkan pemberitahuan dan menyatakan Teluk Benggala sebagai zona larangan terbang, menambahkan bahwa jangkauannya mencakup hampir seluruh daratan China.

Rahul Bedi, seorang analis pertahanan, mengatakan ini adalah uji pengguna kedua oleh Komando Pasukan Strategis India sejak dilantik pada 2018. Uji coba pertama dilakukan pada 2021 lalu. Bedi mengatakan pihak berwenang India tidak menyadari keberadaan kapal mata-mata China yang dilaporkan di wilayah tersebut dan melanjutkan pengujian.

India telah mengembangkan keluarga rudal balistik jarak menengah hingga antarbenua yang disebut "Agni", yang berarti api. Rudal Agni adalah rudal balistik permukaan-ke-permukaan jarak jauh, berkemampuan nuklir. Selama beberapa dekade, India dan China telah dengan sengit memperebutkan Garis Kontrol Aktual, demarkasi longgar yang memisahkan wilayah yang dikuasai China dan India dari Ladakh di barat hingga negara bagian Arunachal Pradesh di India timur, yang diklaim China secara keseluruhan.

India dan China berperang memperebutkan perbatasan pada tahun 1962. Ketegangan baru muncul antara India dan China menyusul bentrokan antara tentara mereka pada 9 Desember lalu di sepanjang perbatasan yang disengketakan di negara bagian Arunachal Pradesh. 

Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan tidak ada tentara India yang terluka parah dan pasukan dari kedua belah pihak segera mundur dari daerah itu. Sebuah pernyataan dari tentara India pada hari Senin mengatakan pasukan di kedua belah pihak mengalami luka ringan.

Hubungan kedua negara Asia itu memburuk setelah bentrokan perbatasan yang mematikan pada 2020 ketika 20 tentara India tewas. China kemudian mengakui empat tentaranya juga tewas dalam bentrokan perbatasan paling mematikan dalam beberapa dekade.