HUT ke 4 Tahun, PHR Catat Kinerja Unggul Lewat Operasi di WK Rokan

Rabu, 21 Desember 2022 | 17:08 WIB
Perwira PHR saat melakukan aktivitas pekerjaan di areal sumur minyak untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional di WK Rokan. Perwira PHR saat melakukan aktivitas pekerjaan di areal sumur minyak untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional di WK Rokan.

RIAU24.COM - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi menginjak usia yang ke 4 tahun. Sejak didirikan pada 20 Desember 2018, PHR tercatat telah banyak berkontribusi bagi negeri lewat pengelolaan operasi migas di wilayah kerja atau WK Rokan.

WK Rokan merupakan blok migas yang paling produktif dan terbesar kedua di Indonesia. Sejak 9 Agustus 2021 lalu, PHR resmi mengelola WK Rokan pasca alih kelola dari operator migas yang lama. Selama 40 tahun ke depan –8 Agustus 2041– itulah, blok migas yang menyumbang seperempat produksi minyak nasional tersebut dikelola PHR dengan Spirit Sumatera (Sustainable, Massive, To Grow, Efficient, Resilient, Aggressive).

Restu Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada 4 tahun silam menjadi tonggak sejarah dan cikal bakal semangat para pekerja patra untuk mencatatkan kinerja yang unggul. Terbukti, di usianya yang masih cukup muda, PHR mampu menorehkan berbagai pencapaian yang prestisius di bidang operasional, finansial, teknologi, hingga pencapaian sosial dan lingkungan.

Direktur Utama PHR, Jaffee Arizon Suardin menyampaikan apresiasi atas berbagai pencapaian yang telah diraih oleh PHR di usia yang ke 4 tahun ini. Hal tersebut menurutnya berkat kerja keras dan kolaborasi serta dukungan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.

"Kami akan terus menjadikan prestasi-prestasi ini sebagai motivasi agar terus memberikan kontribusi terbaik dalam menghadirkan energi, melayani masyarakat dan bangsa Indonesia. Berkilas 4 tahun ini, fokus kita tidak hanya menjalankan bisnis secara masif dan agresif, tapi juga membangun masyarakat binaan di sekitar wilayah operasi," ungkapnya.

Secara umum, PHR memegang amanah untuk menjalankan tugas dari Subholding Upstream Pertamina dalam mengelola bisnis dan operasional kegiatan usaha hulu migas di WK Rokan. Melalui peran tersebut, PHR menjadi salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia yang berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional.

Rencana kerja masif dan agresif WK Rokan merupakan bagian upaya mengoptimalkan manfaat hasil migas bagi rakyat Indonesia, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan target pemerintah mencapai produksi 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030.

Hal ini disambut baik oleh Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus. Ia mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-4 bagi PHR. Menurutnya, prestasi gemilang PHR tentu tak bisa lepas dari kerja keras tim dan kolaborasi yang kuat, sehingga berhasil membawa PHR menjadi lebih baik dan lebih masif.

"Sejalan dengan upaya pemerintah mencapai satu juta barel, khususnya di lingkungan migas serta masyarakat luas PHR terus memberikan dampak yang bermanfaat di setiap wilayah operasi. Kedepannya kami berharap PHR terus berjaya, konsisten dalam menerapkan produksi yang selamat, aman dan andal. Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Maju Terus dan Terus Berjaya PHR," ujarnya.

Di sisi lain, kinerja unggul PHR WK Rokan tersebut memberikan kontribusi nyata bagi negara dan daerah di sekitar wilayah operasi. Sejak hari pertama alih kelola WK Rokan hingga saat ini, total telah ada pengeboran 580 sumur baru.

Kemudian, upaya peningkatan produksi memerlukan pengambilan keputusan yang cepat dan akurat pada setiap proses. Untuk itu, PHR telah membangun Digital and Information Center (DICE). DICE merupakan sebuah sistem monitor dan kendali operasi digital dengan memanfaatkan 66 layar, yang mengintegrasikan seluruh data dan informasi real time di lapangan. Dashboard digital ini juga dilengkapi teknologi artificial intelligence untuk mengakselerasi aktivitas pengeboran. Termasuk kalkulasi penyiapan lokasi pengeboran, menentukan jadwal pengeboran serta pergerakan rig drilling dan workover untuk perawatan sumur.

Lalu, PHR juga turut berkontribusi langsung terhadap masyarakat. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR berfokus pada bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, dan bantuan pasca bencana.

Berawal dengan 10 program di tahun 2021, kini PHR dalam setahun telah melaksanakan 30 program TJSL yang dilaksanakan oleh berbagai mitra pelaksana yang jumlahnya juga meningkat dari 10 ke 21 mitra. Dari segi dampak ke masyarakat, terdapat peningkatan 4 kali lipat jumlah penerima manfaat, dari 5.000 menjadi 21.000 orang penerima manfaat di Provinsi Riau untuk seluruh program CSR di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Seluruh program itu tercakup ke dalam 12 dari 17 target atau goals dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

PenulisR24/wonja


Loading...

Terpopuler

Loading...