Menu

Tren Suku Bunga Tinggi, Sri Mulyani Singgung Bankir: Anda Menari-nari di Atas Penderitaan Semua Orang

Rizka 9 Jan 2023, 13:29
Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati

RIAU24.COM - Era suku bunga tinggi menjadi risiko yang membayangi perekonomian Indonesia pada 2023. Suku bunga tinggi beresiko menekan pertumbuhan investasi domestik yang sebetulnya menunjukan tren perbaikan tahun ini

Melansir finance.detik.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bankir bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Hal ini menyikapi tingginya tren suku bunga yang tinggi.

Seperti diketahui, tingginya suku bunga akan mempengaruhi bunga kredit bank di mana beban lebih banyak diberikan kepada setiap peminjamnya. Hal itu tentu menjadi salah satu margin keuntungan bagi perbankan.

"Kalau bicara tentang interest rate naik itu Anda sebetulnya malah menari-nari di atas penderitaan semua orang. Saya beda sekali kalau bicara tentang kenaikan suku bunga, Anda kayaknya wajahnya malah lebih bahagia gitu," kata Sri Mulyani di depan para bankir dalam acara CEO Banking Forum, Senin (9/1).

"Selama ibu masih bisa mengelola dan menstabilkan ekonomi, interest rate naik, it's fine with us ibu, gitu kan," tambah Sri Mulyani yang mencoba membaca pikiran para bankir.

Meskipun, kata Sri Mulyani, kondisinya tidak otomatis begitu karena suku bunga yang tinggi secara keseluruhan akan mempengaruhi kegiatan ekonomi.

"Cost of fund yang tinggi pasti akan mempengaruhi kegiatan ekonomi secara menyeluruh," tuturnya.

Seperti diketahui, tensi geopolitik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina mengakibatkan inflasi tinggi di sejumlah negara sehingga bank sentral harus menaikkan suku bunga.

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed misalnya, selama 2022 suku bunga sudah naik 425 basis poin. Terakhir pada Desember 2022, The Fed menaikkan suku bunga acuan 0,5% menjadi 4,25% hingga 4,5%.

"The fastest the highest in the history of America (tercepat, tertinggi dalam sejarah Amerika)," tutur Sri Mulyani.

Kenaikan suku bunga juga diikuti oleh bank sentral di negara maju maupun negara berkembang lainnya. Bank Sentral Eropa telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 250 bps pada 2022 lalu, menjadi 2,5% pada Desember 2022.

Begitu juga dengan Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan suku bunga hingga 200 bps atau 2% sepanjang 2022. Suku bunga acuan BI akhir tahun 2022 mencapai 5,5%.