Menu

Tak Tega Lihat Kejahatan Perang di Ukraina, Komandan Tentara Bayaran Wagner Rusia Melarikan Diri

Rizka 17 Jan 2023, 09:04
Tentara Bayaran Wagner Rusia
Tentara Bayaran Wagner Rusia

RIAU24.COM - Situasi perang di Ukraina sendiri saat ini masih berkobar terutama setelah pasukan Kyiv sukses menggempur pasukan Kremlin di wilayah pendudukan Donetsk. Ukraina mengklaim ratusan prajurit Rusia tewas dalam serangan tersebut. Sementara Rusia mengakui 89 tentaranya tewas.

Namun, ada kabar lain yang cukup mengejutkan. Salah seorang komandan tentara bayaran Wagner Rusia, Andrey Medvedev, melarikan diri ke Norwegia, Jumat (13/1) lalu. Ia disebut melarikan diri ke Norwegia setelah melihat kejahatan perang yang terjadi di Ukraina.

Dikutip dari BBC, saat ini, Medvedev ditahan di daerah Oslo oleh penjaga perbatasan Norwegia.

Pengacara Medvedev, Brynjulf ​​Risnes mengatakan, kliennya saat ini tengah menghadapi tuduhan masuk ke Norwegia secara ilegal.

Sementara itu, Penjaga Perbatasan Norwegia membenarkan Medvedev telah ditahan setelah melintasi perbatasan Norwegia. Akan tetapi, para penjaga perbatasan tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena "alasan keamanan dan privasi".

Kepala Staf Kepolisian wilayah Finnmark, Norwegia, Tarjei Sirma-Tellefsen mengatakan, seorang pria telah ditahan oleh patroli perbatasan dan mengatakan dia telah mengajukan suaka.

Pelariannya diyakini sebagai kejadian pertama yang diketahui dari salah satu tentara kelompok yang membelot ke Barat.

Pendiri kelompok hak asasi manusia Rusia Gulagu, Vladimir Osechkin mengatakan kepada BBC bahwa Medvedev telah bergabung dengan kelompok paramiliter pada Juli 2022 dengan kontrak empat bulan.

Akan tetapi, Medvedev pergi setelah menyaksikan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang saat bertugas di Ukraina.

Dia mengatakan bahwa Medvedev adalah mantan tentara Rusia dan dia kemudian menjalani hukuman penjara antara 2017 dan 2018 sebelum bergabung dengan Grup Wagner.

Medvedev ditugaskan di divisi Wagner di Ukraina, di mana kelompok tentara bayaran itu memasok dia dengan sekitar 30-40 tentara setiap minggu, kata Osechkin.