Swedia Ingin Pulihkan Dialog dengan Turki Soal NATO, Usai Tragedi Pembakaran Al-Quran

Rabu, 25 Januari 2023 | 09:21 WIB
Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson. (Anadolu Agency/Foto) Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson. (Anadolu Agency/Foto)

RIAU24.COM Swedia ingin memulihkan dialog dengan Turki mengenai permohonan untuk segera bergabung dengan organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyatakan pada Selasa (24/1/2023), upaya itu merupakan tindakan agar negaranya dan Finlandia segera bergabung dengan koalisi keamanan tersebut.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Guncang Masjid di Peshawar, 17 Orang Tewas
 

"Tidak ada masalah keamanan nasional lain yang lebih penting daripada kami, bersama Finlandia, dengan cepat menjadi anggota NATO," kata Kristersson.

Turki telah menunda pembicaraan trilateral tanpa batas waktu dengan Swedia dan Finlandia atas tawaran keanggotaan NATO. 

Tindakan ini diambil setelah politisi sayap kanan Rasmus Paludan membakar salinan Alquran dalam protes akhir pekan di Stockholm dekat Kedutaan Besar Turki.

Usai tindakan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Swedia untuk tidak mengharapkan dukungan menjadi anggota aliansi militer NATO.

Baca Juga: Aktor Song Joong-ki Umumkan Menikah dengan Katy Louise Saunders, Dikabarkan Sedang Hamil  

"Jelas bahwa mereka yang membiarkan keburukan seperti itu terjadi di depan kedutaan kami tidak dapat lagi mengharapkan belas kasihan dari kami sehubungan dengan permohonan keanggotaan NATO mereka,” kata Erdogan sehari sebelumnya seperti dilansir CNN Indonesia.

Presiden Turki ini mengaku sangat marah kepada otoritas Swedia karena mengizinkan demonstrasi berlangsung di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm. Mereka melakukan aksi di bawah perlindungan pasukan keamanan.

(***) 


 

PenulisR24/zura


Loading...
Loading...