Menu

Dilema Pelarangan Thrifting Bagi Anak Muda di Semarang: Bakal Susah, Kita Suka Barang Bagus dengan Harga Murah

Devi 24 Mar 2023, 12:12
Foto : Suara.id
Foto : Suara.id

Senada, mantan pecinta thrifting, Arina Hasbana (25) mengakui kelebihan thrifting yakni model pakaian terbatas dan tidak pasaran seperti produk fast fashion. 

Namun, Arina kini berhenti menggemari thrifting karena harga produk semakin hari semakin mahal dan tidak masuk akal baginya. 

Warga Gunungpati itu mengaku setuju dengan kebijakan pemerintah untuk menertibkan bisnis thrifting agar tidak mematok harga seenaknya. 

“Jadi aku setuju aja kalau pemerintah dukung industri tekstil, tapi aku enggak mendukung mereka yang bikin fast fashion karena sama aja tho kalau kita melarang impor tapi memproduksi banyak pakaian, jadi limbahnya bakal sama besar sih menurutku,” tegasnya.

Hal ini sama dengan pendapat warga Simongan, Elmira Shezan (25).

Ia turut mendukung bila adanya kebijakan larangan impor baju bekas itu bertujuan mendorong bisnis industri tekstil di Indonesia. 

Halaman: 234Lihat Semua