Menu

Percaya Bisa Hidup Kembali, Mayat Pastor Ini Baru Dikuburkan Meski Sudah 2 Tahun Meninggal 

Zuratul 3 Apr 2023, 14:57
Percaya Bisa Hidup Kembali, Mayat Pastor Ini Baru Dikuburkan Meski Sudah 2 Tahun Meninggal. (Twitter/Foto)
Percaya Bisa Hidup Kembali, Mayat Pastor Ini Baru Dikuburkan Meski Sudah 2 Tahun Meninggal. (Twitter/Foto)

RIAU24.COM - Seorang pendeta di Afrika Selatan yang meninggal pada 2021 baru dimakamkan bulan lalu setelah jasadnya menghabiskan 600 hari di kamar mayat. 

Hal itu dikarenakan keluarga dan pengikut dari Pendeta Siva Moodley mengharapkannya untuk hidup kembali. 

Siva Moodley, pendiri The Miracle Center di Gauteng utara Johanneshurg meninggal pada 15 Agustus 2021 setelah jatuh sakit. 

Namun, alih-alih mempersiapkan pemakamannya, keluarganya malah meninggalkan jenazahnya di kamar mayat, menunggu kebangkitannya. 

istir Moodley dan anggota keluarganya yang lain datan ke kamar mayat untuk berdoa agar dia kembali hidup, tetapi mereka berhenti datang beberapa bulan setelah kematiannya dan menolak memberikan persetujuan mereka untuk penguburan atau kremasi. 

Lebih buruknya lagi, mereka bahkan menolak untuk mengakui kematian pendeta di dalam gereja melakukan kebaktian di tempatnya sampai hari dia memutuskan untuk hidup kembali. 

Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa janda Sive Moodley, Jessie, menjelaskan keengganan keluarganya untuk menyetujui pemakaman pendeta dengan mengklaim bahwa dia memiliki visi tentang pemimpin agama yang hidup kembali.

Namun, setelah melihat bukti bahwa keluarga tersebut telah dihubungi sebanyak 28 kali tentang jenazah pria tersebut, dan menerima laporan dari pihak berwenang setempat tentang bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh jenazah tersebut, Pengadilan Tinggi Gauteng di Johannesburg mengizinkan penguburan atau kremasi wajib.

Pada 16 Maret, jenazah Siva Moodley akhirnya dimakamkan di Pemakaman Westpark di Johannesburg, di hadapan saudara dan keluarga besarnya. Istri dan dua anaknya tidak menghadiri upacara tersebut, dan media Afrika Selatan melaporkan bahwa mereka terus memimpin The Miracle Center menggantikan pendeta. Juga tidak disebutkan tentang meninggalnya Woodley di media sosial pelayanan Kristen.

(***)