Menu

Tuai Kritik, Rencana Konvoi Timnas Indonesia Ditiadakan

Rizka 7 Jun 2023, 19:17
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia

RIAU24.COM - Rencana konvoi atau arak-arakan Timnas Indonesia di Surabaya mendapatkan kritikan pedas. Rencana ini pertama kali diungkapkan langsung oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Namun, tak lama kemudian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan meniadakan agenda konvoi menyambut Timnas Indonesia setelah rencana kegiatan tersebut menuai kritik.

Warganet menilai kegiatan konvoi tak memiliki manfaat bagi skuad Garuda yang akan bertanding menjalani FIFA matchday melawan Timnas Palestina di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Rabu (14/6).

Untuk diketahui, Pemkot sebelumnya mengagendakan konvoi Timnas Indonesia di hari Minggu (11/6/2023). Di hari itu pula dilangsungkan gala dinner bersama pemain Timnas Palestina di Balai Kota Surabaya.  

Melansir Surabaya.kompas.com, Eri Cahyadi mengatakan, konvoi yang dimaksud adalah pengawalan dan penyambutan Timnas Indonesia dari hotel menuju Balai Kota Surabaya dan sebaliknya.

"Biasanya konvoi jenis ini dihadiri perwakilan suporter, ini bisa kita batasi, seperti maksimal 100 suporter untuk mengawal, dalam konteks ini dari hotel ke Balai Kota yang butuh waktu 7 menit. Jadi ini bukan mengelilingkan pemain Timnas ke seluruh Surabaya," terang Eri, Rabu (7/6).

Hal tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan budaya suporter di Surabaya. Eri menyebutkan, kelompok suporter Surabaya selalu menjalankan tradisi pengawalan dan penyambutan pada saat tamu-tamu klub penting datang berkunjung.

Hal ini tampak pada berbagai momen, seperti ketika suporter Surabaya mengawal dan menyambut kehadiran tim Persija Jakarta, Persis Solo, dan sebagainya.

"Jadi konvoi pengawalan karena penghormatan yang diberikan kepada Timnas Indonesia. Ini tradisi dan budaya suporter Surabaya karena kami ingin menunjukkan suporter Surabaya itu begitu ramah," kata Eri.

Lantaran rencana itu menuai kesalahpahaman, Eri memutuskan untuk meniadakan konvoi Timnas sepakbola Indonesia di Surabaya.

"Tapi karena ini kemudian disalahpahami, maka konvoi ditiadakan. Para pemain Timnas Indonesia dan Palestina langsung gala dinner di Balai Kota," ujar Eri.