Menu

Di Peranap Angkutan Batu Bara Hilir Mudik Tiap Hari Sebabkan Polusi, dr Destika: Anak Kami Seperti Menunggu Kematian

Alwira 9 Jun 2023, 13:13
Truk batu bara melintas bebas di jalan provinsi di kelurahan Peranap (Istimewa)
Truk batu bara melintas bebas di jalan provinsi di kelurahan Peranap (Istimewa)

RIAU24.COM - Dampak buruk bagi kesehatan dari hilir mudiknya ratusan unit mobil truk angkutan batu bara di jalan provinsi, tepatnya di kelurahan Peranap, kecamatan Peranap Indragiri Hulu menjadi kekhawatiran bagi dr Destika, yang juga merupakan warga terdampak polusi.

"Dalam 2 tahun ini setiap hari ratusan mobil angkutan batu bara hilir mudik lewat jalan umum di Peranap. Jalan hancur, debu bertebaran ke mana-mana," kata dr Destika, Jum'at (9/6/2023).

Sebagai seorang dokter, dia mengaku menjadi tempat masyarakat sekitar mengadu karena berbagai keluhan kesehatan, terutama dari warga yang rumahnya berada dipinggir jalan.

"Kalau lagi panas, tiap hari kami hirup debu-debu itu. Saya juga masyarakat terdampak. Saya juga punya anak usia 2 tahun. Kondisi kesehatan mereka saat ini, juga jangka panjang sangat mengkhawatirkan kami," sebut dr Destika yang tergabung dalam Masyarakat Terdampak Polusi Tambang (Master Dampot).

Dengan hilir mudiknya ratusan truk setiap hari dalam 2 tahun saja, sambung dia, sudah separah itu kerusakan jalan dan dampak buruknya bagi kesehatan, apatah lagi operasional tambang bisa di atas 20 hingga 40 tahun ke depan.

"Apa kita semua akan tetap diam, apa  pemerintah tetap abai, apakah kita ingin melihat anak-anak kita tumbuh dengan dengan berbagai penyakit, apa menunggu anak-anak kami mati satu persatu baru peduli. Anak-anak kami seperti menunggu kematian. Apa akan tetap membiarkan kami menderita sampai puluhan tahun," tutur dia dengan nada iba.

Halaman: 12Lihat Semua