Menu

Libur Nasional, 1 Muharram 1445 Jatuh pada 19 Juli 2023

Rizka 4 Jul 2023, 14:01
Tahun Baru Islam
Tahun Baru Islam

RIAU24.COM Pemerintah sudah menetapkan tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H jatuh pada 19 Juli 2023. Tanggal 1 Muharram yang diperingati sebagai Tahun Baru Islam dikenal juga dengan istilah Malam 1 Suro. Ini menjadi awal tahun kalender Hijriah bagi kaum Muslimin.

Dikutip dari nu.or.id, Allah Subhanahu wa ta'ala beberapa kali menyinggung bulan Muharram dalam Alquran sebagai salah satu Asyhurul hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), bersamaan dengan tiga bulan lainnya yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Pada masa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, peperangan menjadi salah satu instrumen dakwah dengan batasan-batasan tertentu. Namun saat memasuki bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab; kaum Muslimin diperintahkan gencatan senjata, kecuali diserang terlebih dahulu oleh musuh maka boleh membalasnya.

Berkaitan dengan bulan suci Muharram, terdapat ayat-ayat Alquran yang memiliki kandungan sama, yaitu keharaman berperang pada Asyhurul hurum (bulan-bulan yang dimuliakan).

1. Surat Al Baqarah Ayat 129

اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوْا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدٰى عَلَيْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

"Bulan haram dengan bulan haram, dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) qisas. Oleh sebab itu barang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Baqarah [2]: 194)

2. Surat Al Maidah Ayat 2

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya.

“Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka).”

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (Al-Maidah [5]: 2)