Menu

Tundah Umumkan Bakal Cawapres saat Elektabilitas Anies Menurun, NasDem: Sama Saja Menyerahkan Leher Kami Digorok! 

Zuratul 16 Jul 2023, 09:05
Tundah Umumkan Bakal Cawapres saat Elektabilitas Anies Menurun, NasDem: Sama Saja Menyerahkan Leher Kami Digorok!. (tvOne.com/Foto)
Tundah Umumkan Bakal Cawapres saat Elektabilitas Anies Menurun, NasDem: Sama Saja Menyerahkan Leher Kami Digorok!. (tvOne.com/Foto)

RIAU24.COM - Waketum Partai NasDem Ahmad Ali menyeburkan akan mema ggil anggota Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Partai Demokrat dan PKS pada Senin 17 Juli 2023 besok. 

Pertemuan yang digelar di Kantor DPP NasDem tersebut akan membahas konsolidasi untuk meningkatkan alektabilitas Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang menurun. 

"Sehingga Senin nanti saya akan undang seluruh partai koalisi untuk menyusun jadwal konsolidasi di tiap-tiap daerah bersama Anies," kata Ali di Stadion GBK, Jakarta Pusat pada Sabru 15 Juli 2023. 

Ia menyebutkan di kondisi mereka saat ini, tidak pas untuk membahas bakal calon wakil presiden untuk dampingi Anies. 

"Turunya survei Anies ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh koalisi. Bukan justru kita mendorong mengumumkan cawapresnya, bisa jadi blunder," ujar Ali. 

"Karena dalam perspektif apapun, menurut saya, politik itu momentum. Sekarang kita belum tahu siapa lawan kita. Kita umumkan wakil, ya sama aja menyerahkan leher kami digorok-digorok," tegas Ali.

"Menurut Nasdem saat ini bukan waktu yang tepat untuk umumkan calon wakil presiden. Saat ini adalah waktu yang lebih pas untuk lakukan konsolidasi," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, hasil terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Anies pada posisi ketiga, kala dari Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Per Juli 2023, elektabilitas Anies dari survei LSI menunjukkan persentase sebesar 21,4 persen alias turun dari bulan April dengan perolehan suara 25,3 persen.

Peringkat kedua ditempati oleh Ganjar dengan suara sebesar 32,2 persen dan posisi atas diisi Prabowo Subianto dengan suara sebesar 35,8 persen.

(***)