Menu

Tragis, Wanita Cantik Ini Koma Karena Rutin Gunakan Bra Kawat, Tubuh Digerogoti Bakteri 'Pemakan Daging'

Devi 31 Jul 2023, 09:07
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

RIAU24.COM - Penyakit bisa datang dari mana saja. Bahkan, penyakit serius kadang bisa disebabkan oleh hal sepele yang dijumpai sehari-hari.
Bagi Sylvia Halcrow, hal tersebut datang dari bra kawat yang biasa ia gunakan. Wanita berusia 53 tahun itu mengidap penyakit langka yang hampir merenggut nyawa, setelah payudaranya tergores kawat branya.

Kejadian naas itu terjadi pada 2022. Besi penyokong bra kawat miliknya putus dan melukai payudara bagian bawah. Tak lama, Sylvia mulai merasa kesehatannya terganggu, tapi dokternya saat itu hanya memberikan obat penghilang rasa sakit dan antibiotik untuk mengatasi keluhannya.

"Aku sadar ada yang tidak beres dan segera memeriksakan diri ke unit darurat, aku merasa sangat kesakitan," ujar Halcrow dikutip dari Daily Mail, Minggu (30/7/2023).

zxc1

Ia pun didiagnosis mengidap necrotizing fasciitis, sebuah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Diduga, bakteri tersebut masuk melalui luka gores yang disebabkan bra kawatnya. Naasnya, kondisi Halcrow saat itu sudah hampir tidak tertolong lantaran organ-organ tubuhnya berhenti berfungsi akibat infeksi bakteri.

Untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi, dokter harus memotong sebagian payudara Halcrow. Prosedur ini membuat Halcrow harus koma selama 8 hari. Pasca kejadian itu, ia membuang semua bra kawat yang dimilikinya.

"Meski tidak diketahui secara pasti, tapi aku tahu aku mereka (bra kawat) adalah penyebab semua ini," ucapnya.

zxc2

Apa Itu Necrotizing Fasciitis?
Necrotizing fasciitis, atau yang dikenal dengan sebutan penyakit 'bakteri pemakan daging', adalah penyakit ganas yang cukup langka. Dikutip dari laman CDC, penyakit ini menyerang jaringan fasia yang terdapat di bawah kulit dan mengelilingi otot, saraf, serta pembuluh darah.

Bakteri ini dapat tumbuh pada luka goresan, dan berkembang dengan cepat di dalamnya. Selain bisa menimbulkan kerusakan permanen pada organ tubuh, infeksi bakteri ini juga bisa menyebabkan kematian.

Selain luka gores, bakteri penyebab necrotizing fasciitis juga bisa tumbuh pada luka bakar dan bekas gigitan serangga. Meski mematikan, penyakit ini terjadi secara acak dan hampir tidak menular ke orang lain.

Adapun gejala necrotizing fasciitis di antaranya:

Lebam atau bengkak kemerahan pada kulit yang menyebar dengan cepat
Nyeri kuat pada area yang lebam atau bengkak
Demam
Kulit melepuh dan bernanah
Pusing dan gampang lelah
Diare dan mual. ***