Menu

Krisis Populasi, Mahasiswa China Ditawari Rp 12 Juta untuk Sumbangkan Sperma

Devi 25 Sep 2023, 11:46
Krisis Populasi, Mahasiswa China Ditawari Rp 12 Juta untuk Sumbangkan Sperma
Krisis Populasi, Mahasiswa China Ditawari Rp 12 Juta untuk Sumbangkan Sperma

RIAU24.COM -  Sebuah bank sperma di China mengadakan kontes unik bagi para mahasiswa untuk menemukan siapa yang memiliki kualitas sperma terbaik. Kontes ini digelar di tengah menurunnya angka kelahiran di negara tersebut.
Dikutip dari South China Morning Post, para kontestan ditawari uang tunai masing-masing 6.100 yuan atau sekitar Rp 12,8 juta untuk menyumbangkan sperma. Kontes ini diselenggarakan oleh Henan Provincial Human Sperm Bank (Bank Sperma Manusia Provinsi Henan). Tujuannya untuk menemukan pria dengan jumlah sperma tertinggi dan sperma paling kuat.

Seorang pejabat bank sperma Henan yang tidak disebutkan namanya mengatakan, mereka berharap lebih banyak mahasiswa akan menyumbang karena kualitas sperma mereka lebih baik dibandingkan masyarakat umum.

Kontes yang diumumkan pada tanggal 10 September ini dilakukan karena kekhawatiran terhadap penurunan kualitas sperma di seluruh negeri, yang disebut-sebut sebagai salah satu faktor penurunan angka kelahiran di China. Tingkat kesuburan di China diketahui menurun ke rekor terendah 1,09 pada 2022.

"Karena pencemaran lingkungan dan tekanan pekerjaan, kualitas sperma secara keseluruhan menurun. Hal ini menyebabkan kemandulan pada sejumlah pasangan menikah, sehingga menimbulkan ketidakharmonisan dalam keluarga dan masyarakat mereka," kata bank sperma Henan di Weibo.

"Ibarat darah, donor sperma adalah kegiatan kemanusiaan. Hal ini bisa membawa kabar baik bagi pasangan infertil. Oleh karena itu, kami menghimbau mahasiswa untuk mendonorkan spermanya agar dapat berkontribusi kepada masyarakat," katanya.

 Lebih lanjut, peserta kompetisi juga akan mendapatkan 200 yuan atau sekitar Rp 400 ribu setiap kali mereka berdonasi sebagai kompensasi ongkos transportasi dan biaya lainnya.

Mereka diharapkan menyumbang antara delapan dan 20 kali selama periode dua bulan. Mereka yang mencapai 20 donasi akan menerima hadiah tambahan sebesar 2.100 yuan atau sekitar Rp 4,4 juta.

Peserta juga akan menerima penilaian kesuburan profesional saat kompetisi berakhir. Kontes ini akan memilih dua pemenang, satu dengan jumlah sperma tertinggi dan satu lagi dengan sperma paling kuat.

Menurut penyelenggara, data tentang pemenang dan analisis kompetisi akan dirilis ke publik dengan cara yang melindungi anonimitas peserta.

"Kuota harian pengambilan air mani dibatasi. Kadang kuotanya penuh, jadi kami sarankan masyarakat membuat janji terlebih dahulu," kata seorang pejabat.

Kontestan harus berusia 20 hingga 45 tahun dan memiliki tinggi badan minimal 1,65 meter. Selain itu, mereka bukan seorang perokok, pecandu alkohol, pengguna narkoba, atau memiliki riwayat hubungan seksual sesama jenis maupun pergaulan bebas.

Sampel sperma akan dievaluasi berdasarkan setidaknya empat kriteria, yakni konsentrasi, volume, struktur, dan motilitas sperma, atau seberapa cepat pergerakan sperma. ***