Menu

Seruan Boikot Produk Israel dan AS Ramai di Media Sosial, Apakah Efektif? 

Zuratul 1 Nov 2023, 14:34
Seruan Boikot Produk Israel dan AS Ramai di Media Sosial, Apakah Efektif?. (X/Foto)
Seruan Boikot Produk Israel dan AS Ramai di Media Sosial, Apakah Efektif?. (X/Foto)

RIAU24.COM -Imbas dari serangan acak yang brutal Israel ke Gaza Palestina membuat masyarakat dunia ngamuk. 

Terlebih usai Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendukung tindakan Perdana Menteri Israel, Netanyahu

Kini di media sosial mulai ramai seruan untuk melakukan boikot pada brand-brand yang mendukung Israel. 

Ajakn ini dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan israel yang dinilai melanggar kemanusiaan kepada warga Palestina. 

Sederet brand ternama mulai dari Puma, Starbucks, Sabra, McDonalds, KFC dan lain-lain termasuk dalam daftar boikot. 

Beberapa konten kreator ajakam boikot juga mulai bertebaran di media sosial kepada brandh yang masih mendukung Israel. 

Apakah hal ini efektif dan memberikan dampak besar atau tidak.

Namun, dalam penelitiannya, aksi boikot ini tetap bisa berhasil. Boikot ini akan efektif dan bisa sangat merugikan pendapatan suatu brand perusahaan. Bahkan, boikot juga bisa mengancam reputasi perusahaan, apalagi jika pemberitaan di media juga negatif.

Berdasarkan penelitiannya, peran berbagai media sangat penting pada aksi boikot ini. Hal itu bisa menyebabkan penurunan saham lebih besar sehingga perusahaan sulit untuk mendapatkan pendapatan.

Melansir dari laman Insitute for Policy Research (IPR), menurut profesor menajamen dan organisasi, Brayden King aksi boikot ini bisa memiliki kemungkinan, yakni berhasil maupun tidak. 

Jika tidak berhasil, biasanya boikot akan terlihat dari pendapaatan penjualan produk yang masih banyak.

Dengan demikian, aksi boikot bukan suatu hal yang dianggap remeh. 

Jika hal ini cukup besar, maka dampak yang timbul bagi perusahaan atau brand tertentu bisa saja memengaruhi pendapatannya.

Sementara itu, dalam jurnal yang diunggah di situs Springer Link dijelaskan, ajakan boikot dapat memengaruhi sisi emosional masyarakat. 

Hal ini dapat mendorong perilaku masyarakat sehingga ikut untuk memboikot produk dari suatu brand atau perusahaan tertentu.

Meski demikian, respons ini kembali kepada konsumen itu sendiri. Ada beberapa konsumen yang mudah untuk ikut suatu ajakan. 

Namun, ada juga yang menilai ajakan boikot tersebut. Beberapa akan melihat tujuan dari boikot itu sendiri.

Kondisi ini juga karena setiap individu memiliki kepentingan yang berbeda-beda. 

Hanya saja aksi boikot bisa memengaruhi emosional seseorang sehingga beberapa orang memilih untuk ikut aksi boikot tersebut.

(***)