Menu

Kisah Pilu Gaza: RS Kehabisan Anestesi, Pasien Berjuang Lawan Rasa Sakit dengan Al-Quran 

Zuratul 17 Nov 2023, 14:56
Kisah Pilu Gaza: RS Kehabisan Anestesi, Pasien Berjuang Lawan Rasa Sakit dengan Al-Quran. (X/Foto)
Kisah Pilu Gaza: RS Kehabisan Anestesi, Pasien Berjuang Lawan Rasa Sakit dengan Al-Quran. (X/Foto)

RIAU24.COM -Serangan Israel masih tak kunjung usai, walau korban rakyat Palestina telah mencapai puluhan ribu orang. 

Pada selasa (14/11) korban yang tewas telah mencapai kurang lebih 11.320 orang. 

Sementara itu, korban luka-luka pun telah mencapai puluhan ribu orang dan butuh penanganan. 

Sayangnya, di tengah kondisi perang seperti ini, pihak rumah sakit di Gaza mengalami kendala besar saar mengevakuasi korban, obat anestesi tiba-tiba langka. 
 
Jeritan Anak Gaza saat Jalani Operasi 

Melansir Reuters.com, Rumah Sakit Al Shifa di Kota Gaza telah kehabisan obat bius sejak perang dimulai sebulan yang lalu. 

Perawat Abu Emad Hassanein, bercerita tentang momen terburuk yang diingatnya saat menghadapi banyak korban akibat perang. 

Ia bercerita tentang salah satu gadis kecil yang menangis kesakitan dan berteriak "Mama" saat perawat menjahit luka di kepalanya. 

Cara ini mau tak mau tetap dilakukan agar mereka tetap mendapatkan penanganan. 

Kadang-kadang, para korban juga diberi kain kasa untuk digigit demi mengurangi rasa sakit. 

“Kadang-kadang kami memberi beberapa di antaranya kain kasa steril (untuk digigit) untuk mengurangi rasa sakitnya,” kata Hassanein.

“Kami tahu bahwa rasa sakit yang mereka rasakan lebih dari yang dibayangkan orang, melebihi apa yang dialami orang seusia mereka,” katanya, mengacu pada anak-anak seperti gadis yang mengalami luka di kepala.

Pria Paruh Baya tenang dengan Baca Al-Quran saat Operasi 

Di samping itu, Nemer Abu Thair, korban lainnya membagikan cerita saat ia harus menjalani operasi tanpa anestesi. 

Pria paruh baya ini mendapatkan luka di punggung akibat serangan udara. 

Ia bercerita, saat menjalani operasi tak henti membaca Al-Qur'an.

“Saya terus mengaji sampai mereka selesai,” ujarnya.

(***)