Menu

Polisi Israel Ungkap Kelalaian Media hingga Propaganda Kekejaman yang Mendukung Genosida di Gaza 

Zuratul 21 Nov 2023, 11:28
Polisi Israel Ungkap Kelalaian Media hingga Propaganda Kekejaman yang Mendukung Genosida di Gaza, (NBCNews/Foto)
Polisi Israel Ungkap Kelalaian Media hingga Propaganda Kekejaman yang Mendukung Genosida di Gaza, (NBCNews/Foto)

RIAU24.COM -Hasil investigasi yang dilaporkan oleh Haaretz memberikan jawaban kepada publik soal propaganda yang disebarluaskan pemerintah Israel dan pendukungnya. 

Dalam mendukung narasi resmi 'Israel', para pejabat dan pelobi telah menyebarkan berbagai cerita palsu tentang kekejaman, termasuk kisah yang viral yang dibantah tentang puluhan bayi Israel yang dipenggal. 

Meskipun 'Israel' juga mengklaim bahwa warga Palestina terlibat dalam kekerasan seksual berskala besar dan mengerikan serta pemerkosaan terhadap perempuan Israel.

Namun pihak yang berwenang hanya memberikan alasan, mereka tidak menemukan bukti forensik yang membenarkan serangan tersebut. 

“Inspektur Polisi Dudi Katz mengatakan petugas telah mengumpulkan lebih dari 1.000 pernyataan dan lebih dari 60.000 klip video terkait serangan tersebut, termasuk laporan dari orang-orang yang melaporkan melihat perempuan diperkosa,” lansir CNN pada Jumat (17/11).

Katz mengatakan para penyelidik tidak memiliki kesaksian langsung dan tidak jelas apakah ada korban pemerkosaan yang selamat, tambah CNN.

Namun pemerintah dan media Barat mengabaikan bukti-bukti yang menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam kisah Israel.

Propaganda kekejaman yang mendukung genosida

Pernyataan yang tidak terverifikasi, dibesar-besarkan, dan benar-benar salah mengenai kekejaman Hamas telah digunakan untuk menghasut dan membenarkan genosida “Israel” yang sedang berlangsung terhadap warga sipil Palestina di Gaza.

Usai 7 Oktober, “Israel” melancarkan kampanye propaganda yang menyamakan Hamas dengan ISIS.

Meskipun berhasil di mata pemerintah dan media Barat, kampanye propaganda Tel Aviv tampaknya gagal di mata masyarakat global, terutama karena pembantaian warga sipil yang tak henti-hentinya dilakukan “Israel” di Gaza telah menutupi upaya “Israel” untuk memposisikan diri sebagai korban.

Hanya 32 persen warga AS yang berpendapat AS harus mendukung “Israel” dalam menghancurkan Gaza, turun dari angka 41 persen pada bulan lalu, menurut jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos.

Sebaliknya, 39 persen warga AS menginginkan AS menjadi mediator netral dan 68 persen menginginkan gencatan senjata segera, menurut survei tersebut.

Meski begitu, hingga saat ini masalah yang sebenarnya terjadi pada 7 Oktober masih diserahkan kepada segelintir media independen seperti The Electronic Intifada. 

Namun pengungkapan yang terjadi pada Sabtu (18/11) di Haaretz terlambat menarik perhatian internasional terhadap masalah ini.

(***)