Menu

Mengenal Dataran Tinggi Golan, Wilayah Suriah Dicaplok Israel Secara Ilegal

Riko 22 Nov 2023, 17:53
Dataran tinggi Golan (net)
Dataran tinggi Golan (net)

RIAU24.COM - Dataran Tinggi Golan memiliki hubungan yang sangat kental dengan konflik Arab-Israel di masa lampau. Pada Perang Enam Hari, wilayah ini bahkan menjadi salah satu tempat strategis yang paling diperebutkan. Ada banyak alasan yang membuat Dataran Tinggi Golan diperebutkan banyak pihak. Satu hal paling utama adalah berkaitan dengan lokasinya yang sangat strategis.

Lebih jauh, apa itu sebenarnya Dataran Tinggi Golan? Mengenal Dataran Tinggi Golan Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah berbatu di barat daya Suriah. Lokasinya berada sekitar 60 kilometer dari barat daya Damaskus dengan luas kurang lebih 1.000 km persegi. 

Mengutip  Sindonews dari laman DW, Dataran Tinggi Golan menjadi lokasi yang sangat strategis. Ketika berada di dataran tinggi tersebut, akan tersaji pemandangan yang membentang ke Danau Galilea di sebelah utara Israel menuju Lebanon dan Suriah. Awalnya, Dataran Tinggi Golan berada di wilayah Suriah. Saat mereka bergabung dengan koalisi negara Arab yang menentang pendirian Israel, wilayah tersebut digunakan sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan. 

Namun, keadaan berubah ketika terjadi Perang Enam Hari pada 1967. Israel yang memenangkan pertempuran berhasil merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Setelahnya, wilayah tersebut berada dalam kendali pasukan Israel. Sebagian penduduk Suriah yang mendiami daerah tersebut juga dipaksa mengungsi atau diusir. 

Pada Perang Yom Kippur tahun 1973, Suriah mencoba merebut kembali Dataran Tinggi Golan. Namun, mereka bersama koalisi negara Arab kembali dikalahkan. Perang berakhir dengan kemenangan Israel. Setelahnya, Suriah dan Israel menandatangani gencatan senjata dengan penempatan pasukan pengamat PBB di garis perdamaian yang ditentukan. 

Pada 14 Desember 1981, Perdana Menteri Israel Menachem Begin memberlakukan Undang-undang untuk menjalankan penjajahan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Hal ini menandai aneksasi wilayah tersebut secara ilegal. Tindakan Israel ini sebenarnya mendapat banyak kecaman dan awalnya tidak diakui secara internasional. 

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui pencaplokan wilayah tersebut pada 2019. Setelahnya, dibangun puluhan permukiman Israel di Golan. Sekitar 20 ribuan warga Israel pun menetap bersama sebagian masyarakat Suriah yang menolak pergi dari tempat tersebut. Seiring perkembangannya, pemerintah Suriah sejatinya terus berusaha mengembalikan Dataran Tinggi Golan

Namun, usahanya masih belum bisa terealisasi karena pihak Israel sendiri juga berusaha mati-matian mempertahankannya. Di satu sisi, Suriah pernah menegaskan pihaknya tidak akan menyetujui perjanjian damai apa pun dengan Israel, terkecuali negara Yahudi itu benar-benar menarik diri dari Dataran Tinggi Golan.