Menu

Awalnya Mau Jalani CT Scan, Pasien Kanker 70 Tahun Ini Kaget Ada Cacing Parasit Hidup Bersarang di Tubuhnya

Rizka 2 Jan 2024, 11:44
Cacing Parasit
Cacing Parasit

RIAU24.COM - Seorang pasien kanker berusia 70 tahun baru-baru ini bikin heboh. Pasalnya, dokter menemukan sejumlah cacing parasit 'bersarang' di tubuhnya.

Awalnya pasien pergi ke rumah sakit untuk menjalani sejumlah perawatan, termasuk CT scan pada perutnya. Hal tersebut dilakukannya lantaran sebelumnya ia didiagnosis mengidap kanker di usus besar atau disebut adenokarsinoma sigmoid lokal.

Hasil CT scan menunjukkan bahwa pasien mengalami koledokolitiasis atau batu dalam saluran empedu, dilatasi saluran empedu, dan kanker yang dialami belum bermetastasis jauh. Ia kemudian menjalani prosedur reseksi tumor laparoskopi, kolesistektomi, dan cholangioscopy.

Saat menjalani cholangioscopy atau metode endoskopi noninvasif yang digunakan untuk evaluasi diagnostik visual langsung dan intervensi terapeutik simultan pada saluran empedu, terlihat ada lima cacing pipih berukuran besar hidup di saluran empedunya.

Adapun jenis cacing yang ditemukan adalah clonorchis sinensis, sejenis cacing yang tampak pipih dan berbentuk seperti daun. Cacing tersebut biasanya kerap ditemukan di wilayah Asia Timur menurut laporan di New England Journal of Medicine.

Cacing pipih ini biasanya menginfeksi saluran empedu seseorang setelah memakan ikan atau udang air tawar mentah atau setengah matang. Parasit tersebut dapat berpindah ke saluran empedu, kandung empedu, atau hati, tempat ia berkembang menjadi cacing dewasa berukuran panjang 15 hingga 20 milimeter.

Kebanyakan orang yang terinfeksi cacing parasit ini tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala, namun jika tidak diobati, dapat menyebabkan peradangan hati, batu empedu, dan kanker saluran empedu.

Infeksi ini juga biasanya diagnosis dengan identifikasi telur parasit dalam sampel tinja, meskipun tes tinja pasien ini negatif. 

Setelah cacing tersebut dikeluarkan, pasien kemudian diberikan pengobatan praziquantel atau obat infeksi cacing, serta menjalani kemoterapi tambahan untuk pengobatan kanker yang diidapnya.