Menu

Ibu Tiga Anak Curhat Hampir Mati, Gagal Organ gegara Asal Pakai Obat Pelangsing

Devi 5 Jan 2024, 16:38
Ibu Tiga Anak Curhat Hampir Mati, Gagal Organ gegara Asal Pakai Obat Pelangsing
Ibu Tiga Anak Curhat Hampir Mati, Gagal Organ gegara Asal Pakai Obat Pelangsing

RIAU24.COM - Seorang ibu tiga anak menceritakan kisahnya yang diambang kematian gegara asal pakai obat pelangsing. Dia tergiur harga murah dari obat diabetes yang banyak digunakan sebagai penurun berat badan.
Lynsay McAvoy dari Edinburg, Inggris, membeli obat tersebut di lapak online karena berniat menghilangkan perut buncitnya. Setelah menyuntikkan dirinya dengan obat tersebut, dia turun 3 kg sehingga memutuskan membeli lagi.

Hanya saja, wanita berusia 43 tahun itu mengalami reaksi alergi yang parah seperti lidah yang membengkak, mata merah yang membuatnya pingsan. Setelah dilarikan ke rumah sakit, tim medis menginformasikan bahwa dia mengalami reaksi alergi dari obat tersebut yang memicu kegagalan organ.

 
Meskipun tidak jelas obat apa yang dia pakai, Ozempic telah tersedia di Inggris untuk pasien diabetes sejak 2019 tetapi dapat diresepkan tanpa label untuk menurunkan berat badan. Namun, versi palsunya banyak ditemukan setelah artis papan atas menggunakannya untuk menurunkan berat badan.

Ibu tiga anak itu bercerita di awal penggunaan, efek obat tersebut bekerja sesuai dengan yang dia harapkan. Namun ternyata setelah membeli lagi, dia mengalami reaksi parah yang membuat nyawanya di ujung tanduk.

"Saya tahu saya mengalami semacam reaksi jadi saya minum antihistamin. Kemudian jantungku mulai berdetak sangat kencang dan keringat mengucur dariku," katanya dikutip dari DailyMail.

Setelah dilarikan ke rumah sakit, dia mengatakan petugas medis memberitahunya bahwa dia menderita syok anafilaksis, organ-organnya mulai mati dan dia hampir meninggal.

Reaksi alergi yang mengancam jiwa ini bisa disebabkan oleh obat-obatan, makanan atau sengatan serangga dan memicu pembengkakan pada tenggorokan dan lidah, kesulitan bernapas dan pingsan. Penyakit ini perlu segera dirawat di rumah sakit, di mana pasien mungkin menerima suntikan atau infus adrenalin, oksigen, dan cairan.

Meski telah menjalani tes, dokter gagal menemukan bahan apa yang terkandung dalam obat tersebut dan mengatakan dia beruntung masih hidup. Dia sekarang memperingatkan orang lain untuk menghindari efek 'berbahaya' yang hampir membunuhnya.***