Menu

Penembakan Relawan Prabowo di Madura Polisi Pastikan Tidak ada Motif Politik

Zuratul 12 Jan 2024, 14:42
Ilustrasi Penembakan. (Freepik/Foto)
Ilustrasi Penembakan. (Freepik/Foto)

RIAU24.COM -Polisi memastikan penembakan terhadap Muarah (49), relawan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming di Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak ada motif politik Pemilu 2024.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Totok Suharyanto menyebut aksi tersebut murni balas dendam tersangka MW kepada Muarah.

Totok menjelaskan tersangka MW dan Muarah terlibat cekcok saat rebutan saksi pada Pemilu 2019 lalu.

"Tidak ada kaitan motif politik, murni tersangka MW balas dendam peristiwa 2019. Di mana, anak buahnya jadi korban oleh korban penembakan saat ini (Muarah)," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (11/1)

Totok menyebut MW menawarkan bayaran sebesar Rp200-500 juta terhadap para eksekutor sebagai imbalan untuk menembak Muarah. Akan tetapi, uang yang baru sempat dibayarkan hanya Rp50 juta.

"Kalau terhadap tersangka, janjinya menurut keterangan tersangka eksekutor itu dijanjikan Rp500 juta. Menurut tersangka W dijanjikan Rp200 juta, tapi yang diterima Rp50 juta untuk operasional," katanya.

Selain itu, Totok mengatakan salah satu tersangka AR memiliki kemampuan menembak karena rutin berlatih, sehingga tembakannya bisa akurat melukai korban.

"Memang sudah terbiasa latihan, itu sejak 2021 sampai Agustus 2023 memang sudah sering latihan. Kalau awalnya memang hobi, kemudian pada saat melaksanakan eksekusi bisa tepat karena bagian dari latihan," ujarnya.

Totok memastikan senjata api yang digunakan oleh AR merupakan milik MW selaku dalang penembakan terhadap Muarah. 

Pihaknya masih mendalami dari mana MW bisa mendapatkan pistol revolver kaliber 38 merek S&W tersebut.

"Asalnya masih kita dalami, karena memang belum match [sesuai] antara keterangan tersangka dengan alat bukti lain. Insyaallah nanti pada waktunya akan kami sampaikan setelah kita bisa telusuri dan kita ungkap sampai ujung," ujar Totok.

(***)