Menu

Nusron Wahid: Yang Ngga Mau Bersanding dengan Pemerintah Prabowo-Gibran, Sana di Luar 

Zuratul 22 Feb 2024, 13:57
Nusron Wahid: Yang Ngga Mau Bersanding dengan Pemerintah Prabowo-Gibran, Sana di Luar.
Nusron Wahid: Yang Ngga Mau Bersanding dengan Pemerintah Prabowo-Gibran, Sana di Luar.

RIAU24.COM -Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Nusron Wahid berbicara soal koalisi yang akan terjadi jika Prabowo-Gibran menang satu putaran di Pemilu 2024

Ia menyinggung dan mempersilakan partai politik yang tidak mau bersanding dengan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, untuk berada di luar pemerintahan.

"Ini adalah momen komunikasi untuk bersanding, mana yang bisa diajak sanding yuk, kita sanding bersama. Mana yang nggak mau bersanding, ya sudah sana di luar, itu politik," ucap Nusron kepada wartawan, Kamis, 22 Februari 2024. 

Nusron pun mewanti-wanti rival politik untuk mengikuti aturan main jika ingin bersanding dengan pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.  

Dia tidak mengizinkan, parpol yang selama ini menjadi rival justru tetap menggunakan aturan mainnya sendiri saat bergabung ke Prabowo-Gibran.

"Tapi namanya orang diajak bersanding yang diajak itu ya ikutan aturan main yang mengajak. Jangan yang diajak itu menentukan aturan main yang mengajak, wong kamu kan diundang masuk ke rumah sini masa diundang mau mengatur rumah kita, ya nggak bisa dong," jelasnya.

Lebih lanjut, Nusron menegaskan, silaturahmi dan pertemuan politik wajar dilakukan terutama setelah pemilu. 

Itu semua kata Nusron demi membangun pemerintahan yang lebih baik ke depannya.

"Yang namanya pertemuan dan silaturrahim politik partai pasca pemilu itu hal yang biasa dan keniscahayaan untuk membangun pemerintahan dan kenegaraan kedepan. Itu harus seperti itu karena dalam politik itu ada saatnya bertanding dan saat bersanding," tandas Nusron.

Sebelumnya, melihat dari situs resmi kpu, pemilu2024.kpu.go.id pada Kamis (22/02/2024) pukul 10.20 WIB. 

Pasangan capres-cawapres nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semakin sulit dikejar. 

Karena masih berada di posisi teratas dengan angka suara di 63,816,268 atau 58.9%. 

Sedangkan, perolehan pasangan capres-cawapres nomor urut satu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mencapai perolehan suara 26,097,016 atau 24.09%. 

Sementara untuk pasangan capres-cawapres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud perolehan suara 18,436,517 atau 17.02%. 

Sejauh ini, KPU telah menerima laporan suara dari 613.030 dari 823.236 Tempat pemungutan suara (TPS) atau 74.47%. 

Namun, hasil suara tersebut belum bersifat final.

(***)