Menu

10 Tahun Menanti Buah Hati, Ibu di Gaza Kehilangan Anak Kembarnya usai Dibunuh Israel

Rizka 4 Mar 2024, 13:13
Bayi kembar
Bayi kembar

RIAU24.COM - Butuh waktu 10 tahun dan tiga kali fertilisasi in vitro agar Rania Abu Anza bisa hamil namun serangan pasukan Israel membuat dirinya kehilangan dua anak kembarnya yang berusia lima bulan.

Serangan Israel menghantam rumah keluarga besarnya di kota Rafah, Gaza selatan, Sabtu malam, menewaskan anak-anaknya, suaminya dan 11 kerabat lainnya.

Bercerita kepada APNews, Rania bangun sekitar jam 10 malam untuk menyusui Naeim, anak laki-lakinya, dan tidur sambil menggendong Wissam, putrinya. Suaminya tidur di samping mereka.

Ledakan terjadi satu setengah jam kemudian dan membuat rumah mereka runtuh.

"Saya berteriak memanggil anak-anak dan suami saya. Mereka semua tewas," katanya sambil terisak dan menggendong selimut bayi di dadanya.

Serangan udara Israel telah menghantam rumah-rumah keluarga yang ramai sejak dimulainya perang di Gaza, bahkan di Rafah, yang Israel nyatakan sebagai zona aman pada bulan Oktober namun kini menjadi target serangan darat berikutnya yang menghancurkan.

Halaman: 12Lihat Semua