PKB yakin Tak Ada Pesta Demokrasi Seharga Nyawa Manusia
Wakil Ketua Harian DPP PKB, Nadya Alfi Roihana. Sumber: PB PMII
"Kekerasan ini tidak hanya melukai nilai-nilai demokrasi, tetapi juga merusak tatanan kehidupan bermasyarakat yang seharusnya dilandasi perdamaian dan persatuan," ujarnya.
Sebagai salah satu pilar utama demokrasi, Pilkada merupakan ajang bagi rakyat menyuarakan aspirasi politiknya secara damai dan bermartabat.
Baca juga: Dukungan Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD
Oleh sebab itu dia meminta Pilkada harus tetap menjadi pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan menjadi alasan untuk saling menyerang.
"Jangan biarkan fanatisme buta terhadap pasangan calon mengorbankan kedamaian dan kerukunan yang telah dibangun bersama," sebutnya.
Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dan wajar dalam demokrasi.
Sehingga tak boleh berujung pada permusuhan atau kekerasan.