Menu

Setidaknya 4 Orang Tewas Saat Pesawat Militer AS Jatuh Di Filipina

Amastya 7 Feb 2025, 19:49
Empat tewas saat pesawat militer AS jatuh di Filipina /AZ_Intel-X
Empat tewas saat pesawat militer AS jatuh di Filipina /AZ_Intel-X

RIAU24.COM - Sebuah pesawat kecil yang dikontrak oleh Departemen Pertahanan AS jatuh di Filipina selatan pada hari Kamis, menewaskan keempat orang di dalamnya, termasuk satu anggota militer AS, pernyataan Komando Indo-Pasifik AS.

Kecelakaan itu terjadi di Maguindanao del Sur di Filipina selatan.

Gambar dari lokasi kecelakaan, yang dikonfirmasi oleh seorang pejabat Pertahanan AS, menunjukkan puing-puing Beechcraft King Air 350 di sawah.

Pejabat itu mengatakan anggota layanan yang tewas dalam kecelakaan itu adalah seorang Marinir AS. Tidak jelas apakah ketiga kontraktor Pertahanan itu juga warga negara AS.

Pesawat turboprop bermesin ganda itu dikontrak oleh Departemen Pertahanan untuk melakukan intelijen, pengawasan, dan pengintaian atas permintaan Filipina, demikian ungkap Komando Indo-Pasifik.

Kecelakaan itu terjadi selama misi rutin dan penyebab kecelakaan sedang diselidiki.

Pesawat ini terdaftar di Metrea Special Aerospace ISR, Inc., menurut data yang tersedia untuk umum.

Situs web Metrea menunjukkan Beechcraft King Air 350 jenis pesawat yang jatuh dan mengiklankan, “solusi Intelijen Udara, Pengawasan, dan Pengintaian (AISR) yang terintegrasi dan siap pakai untuk mitra pertahanan kami.”

Kecelakaan itu terjadi satu hari setelah Menteri Pertahanan yang baru Pete Hegseth mengadakan panggilan pertamanya dengan mitranya dari Filipina, Menteri Pertahanan Nasional Gilberto Teodoro, Jr.

Menurut pembacaan panggilan itu, keduanya membahas pentingnya penangkalan di Laut China Selatan dan meningkatkan kemampuan militer Filipina.

"Pesawat itu memberikan dukungan intelijen, pengawasan, dan pengintaian atas permintaan sekutu Filipina kami," ungkap Komando Indo-Pasifik dalam sebuah pernyataan tentang kecelakaan di pulau Mindanao.

"Insiden itu terjadi selama misi rutin untuk mendukung kegiatan kerja sama keamanan AS-Filipina," tambahnya.

Militer AS mengatakan satu anggota layanan dan tiga kontraktor pertahanan tewas dalam insiden itu. Mereka tidak segera diidentifikasi sambil menunggu pemberitahuan dari keluarga mereka.

"Kami dapat mengonfirmasi tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu," kata pernyataan itu.

Sejumlah kecil pasukan Amerika ditempatkan pada pengerahan rotasi jangka pendek di Filipina di mana militer AS telah membantu memberikan intelijen kepada pasukan yang memerangi militan yang terkait dengan kelompok ISIS yang tetap aktif di Mindanao.

Militer Filipina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya tidak dapat merilis informasi tentang kecelakaan itu karena masalah itu diklasifikasikan dan penyelidikan sedang berlangsung.

Polisi dan tentara dikerahkan ke lokasi untuk mencegah potensi gangguan bukti, kata seorang juru bicara polisi.

(***)