Menu

Khamenei Desak Negara-negara Muslim untuk 'Putus Hubungan' dengan Israel di Tengah Serangan Gaza

Amastya 8 Sep 2025, 14:05
Ayatollah Tertinggi Iran Seyyed Ali Khamenei /Reuters
Ayatollah Tertinggi Iran Seyyed Ali Khamenei /Reuters

RIAU24.COM - Ayatollah Agung Iran Sayyid Ali Khamenei mendesak semua negara, terutama negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam, untuk mengakhiri hubungan dagang dan politik mereka dengan Israel guna 'menghadapi kejahatan-kejahatannya yang dahsyat.'

Ia mengatakan bahwa melanjutkan segala bentuk kerja sama dengan ‘rezim Zionis’ tidak dapat diterima mengingat situasi yang sedang berlangsung.

Pernyataan Khamenei dibagikan di profil X-nya setelah ia bertemu dengan presiden dan anggota kabinet pada hari Minggu (7 Agustus).

Menurutnya, dunia Muslim harus mengambil sikap bersatu dan tegas, menggunakan cara-cara diplomatik dan ekonomi untuk menekan Israel.

Ia menjelaskan bahwa pemutusan hubungan dagang dan politik merupakan langkah penting untuk mendukung perjuangan Palestina dan menunjukkan solidaritas dengan kaum tertindas.

Khamenei menekankan bahwa diam atau tidak bertindak akan dianggap sebagai keterlibatan, dan ia meminta pemerintah untuk mencerminkan keinginan rakyatnya, yang marah dengan situasi ini.

Sementara itu, ia juga memuji kunjungan Presiden Iran Masoud Pezeshkian baru-baru ini ke Tiongkok, dengan menyatakan bahwa kunjungan tersebut meletakkan dasar bagi perkembangan besar, baik secara ekonomi maupun politik.

Pemimpin Besar Revolusi Iran mengatakan bahwa entitas Zionis melakukan berbagai kejahatan dan bencana yang mencengangkan tanpa rasa malu.

“Meskipun kejahatan ini dilakukan dengan dukungan kekuatan seperti Amerika Serikat, jalan untuk menghadapi situasi ini tidaklah tertutup,” tambah Ayatollah Khamenei.

Khamenei juga menggambarkan Israel sebagai rezim yang ‘paling terisolasi dan dibenci’ di dunia dan menyatakan bahwa salah satu jalur utama diplomasi Iran seharusnya mendesak negara-negara lain untuk memutuskan hubungan politik dan komersial dengan rezim kriminal tersebut, lapor Press TV.

Pernyataan Khamenei muncul di tengah meningkatnya serangan Israel terhadap Gaza.

“Musuh ingin memaksakan situasi 'tanpa perang, tanpa perdamaian' terhadap Iran,” kata Ali Khamenei dalam pertemuan dengan Presiden Masoud Pezeshkian dan anggota kabinetnya di Teheran.

“Salah satu bahaya dan kerugian yang dihadapi negara ini justru adalah situasi 'tanpa perang, tanpa perdamaian', yang tidak baik,” ujarnya.

Khamenei juga mengatakan bahwa pemerintah Iran memiliki tanggung jawab untuk memperkuat pilar-pilar inti bangsa, yaitu kekuatan dan martabat.

Ia mengidentifikasi elemen-elemen kunci seperti persatuan nasional, motivasi, harapan, dan semangat publik sebagai hal yang esensial, dan mendesak agar elemen-elemen tersebut dipupuk secara aktif, baik melalui kata-kata maupun tindakan.

Ia memperingatkan agar nilai-nilai ini tidak terkikis.

Selain itu, ia meminta pemerintah untuk berfokus pada peningkatan kondisi ekonomi negara dan kesejahteraan warganya.

Khamenei juga menekankan pentingnya memupuk etos kerja yang kuat dan pandangan yang penuh harapan, serta mendesak pemerintah untuk bergerak melampaui kondisi stagnan ‘bukan perang maupun damai.’

(***)