Rocky Gerung Komentari soal Pembekuan Sirine-Rotator Korlantas: Mereka Memanfaatkan Fasilitas yang Mengganggu Rakyat, Ini Sudah Tindakan Tepat!
Pasalnya, kata dia, jika digunakan tanpa aturan sirine hanya akan menjadi pemicu stres harian bagi pengguna jalan lain.
"Mereka yang memanfaatkan fasilitas itu membuat publik terganggu. Setiap hari orang jadi stres di jalan hanya karena tetot-tetot," jelasnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh pihak untuk menghargai ruang publik dengan cara yang lebih beradab. Jalan raya, kata dia, bukan sebuah arena pamer kekuasaan melainkan ruang peradaban bagi masyarakat.
"Sirene mestinya bunyi merdu, bukan menakutkan. Saya setuju bahwa tetot-tetot dihentikan. Selanjutnya kita ingin mendengar nyanyian masyarakat sipil bahwa jalan raya artinya jalan peradaban," pungkasnya.
Sebelumnya Korlantas Polri resmi membekukan sementara penggunaan sirene dan rotator 'Tot Tot Wuk Wuk' di jalan raya sebagai bentuk respon atas kritikan masyarakat.
Agus mengaku saat ini pihaknya tengah menyusun ulang aturan penggunaan sirene dan rotator untuk mencegah penyalahgunaan oleh mereka-mereka yang tidak berhak menggunakannya.