Prabowo Disebut Bentuk 'Tim Khusus' Lawan Geng Solo, Said Didu Bongkar Orangnya
Jika hanya sebagian yang berhasil, maka reformasi yang diharapkan publik mungkin berjalan setengah hati.
Jika kompromi lebih dominan, narasi “sendok” bisa berakhir hanya sebagai wacana tanpa dampak nyata.
Yang bisa diuji publik adalah hasil: reformasi kepolisian, perbaikan tata kelola BUMN, penataan kebijakan ekonomi, serta keberanian menindak praktik korupsi.
Analogi bubur panas menggambarkan betapa hati-hatinya Presiden Prabowo menghadapi situasi politik yang kompleks. Namun, sejauh mana strategi ini benar-benar dijalankan masih harus dilihat dari langkah konkret dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Bagi masyarakat, yang terpenting bukanlah siapa yang duduk di kursi menteri, melainkan apakah pemerintahan mampu menghadirkan tata kelola yang bersih, ekonomi yang stabil, dan hukum yang tegak tanpa pandang bulu.
Apakah tujuh “sendok” itu akan benar-benar hadir? Ataukah strategi ini berhenti sebatas wacana?