Menu

Televisi Pemerintah Iran Dikecam Karena Mengaburkan Kaki Menlu Finlandia dalam Siaran PBB

Amastya 30 Sep 2025, 15:20
Tangkapan layar siaran televisi pemerintah Iran yang mengaburkan kaki Menteri Finlandia Elina Valtonen/ tangkapan layar dari video di X
Tangkapan layar siaran televisi pemerintah Iran yang mengaburkan kaki Menteri Finlandia Elina Valtonen/ tangkapan layar dari video di X

RIAU24.COM Televisi pemerintah Iran menuai kritik atas penyensorannya karena mengaburkan kaki Menteri Luar Negeri Finlandia, Elina Valtonen, dalam segmen berita yang meliput pertemuan diplomatik baru-baru ini di Majelis Umum PBB di New York.

Siaran itu memperlihatkan Valtonen bersama Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi selama pembicaraan resmi.

Rekaman yang sama juga menyertakan Menteri Migrasi Swedia Maria Malmer Stenergard yang kakinya juga dikaburkan secara digital.

Valtonen menyebut keputusan televisi pemerintah Iran untuk mengaburkan kakinya sebagai cerminan ‘menyedihkan’ dari perlakuan terhadap perempuan di negara itu.

"Rekan Swedia saya mengirimi saya video itu pada hari Jumat. Reaksi pertama saya adalah itu lucu. Tetapi saya langsung menambahkan, 'sedih juga'," kata Valtonen kepada Helsingin Sanomat, surat kabar harian terbesar di Finlandia.

Menteri Finlandia menambahkan bahwa dia tidak mengganti pakaiannya berdasarkan siapa yang ditemuinya dan menghindari acara yang mengharuskan menutupi wajah atau rambut.

Valtonen mengatakan dia mengangkat isu hak-hak perempuan dalam setiap pertemuan dengan pejabat Iran, dan juga melakukannya dalam pembicaraan minggu ini.

Rekaman itu dibagikan secara luas di media sosial. Aktivis hak-hak perempuan dan jurnalis Iran, Masih Alinejad, juga membagikan rekaman tersebut di platform media sosial X, dan menyebut penyensoran tersebut sebagai gejala pembatasan yang lebih luas terhadap kebebasan perempuan di Iran.

Partai Koalisi Nasional Finlandia, yang diwakili oleh Valtonen, juga bereaksi di Instagram, menyebut insiden tersebut sebagai ‘contoh menyedihkan dari pelanggaran hak-hak perempuan.’

"Ini adalah pengingat bagaimana perempuan di seluruh dunia masih dikendalikan dan dihapus dari pandangan. Setiap perempuan memiliki hak mutlak untuk dilihat, didengar, dan hidup bebas," tulis partai tersebut dalam sebuah unggahan di Instagram.

“Partai Koalisi Nasional berdiri teguh untuk memperjuangkan hak-hak perempuan—baik di Finlandia maupun di seluruh dunia,” tambahnya.

Media pemerintah Iran sering kali memodifikasi rekaman internasional yang melibatkan perempuan, sesuai dengan aturan berpakaian yang ditetapkan negara.

Pemburaman ini merupakan bagian dari praktik penyiaran standar di negara tersebut, terutama ketika menampilkan perempuan yang tidak mematuhi aturan berpakaian Islami setempat.

(***)