Tembok Drone yang Diluncurkan Uni Eropa Diragukan Menhan Jerman Ampuh Tangkal Rusia
RIAU24.COM - Uni Eropa resmi meluncurkan inisiatif untuk membangun 'tembok drone' di sepanjang sisi timur benua tersebut, di tengah pelanggaran wilayah udara yang mengkhawatirkan oleh Rusia.
Namun Menteri Pertahanan Jerman masih skeptis dengan teknologi itu.
Inti dari proyek tembok drone ini adalah sistem pertahanan drone berlapis-lapis yang disebut Eirshield, platform anti drone yang dikembangkan DefSecIntel dan perusahaan Latvia, Origin Robotics.
Sistem ini menggunakan radar, kamera, detektor frekuensi radio, untuk melacak arah drone, dan tingkat ancamannya untuk menentukan apakah drone musuh harus diganggu atau diblokir sinyalnya, atau apakah harus diserang dengan drone lain.
Agris Kipurs, salah satu pendiri dan CEO Origin Robots, mengatakan sistem ini sepenuhnya otomatis, yang memungkinkan serangan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Mulai dari deteksi drone hingga intersepsi dilakukan secara otomatis.
Dikutip detikINET dari TVPWorld, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyuarakan skeptisisme mengenai kelayakan tembok drone yang diusulkan oleh negara-negara di sisi timur Uni Eropa dan NATO untuk mempertahankan diri dari serangan udara Rusia dan Belarus. Ia menilai butuh waktu lama untuk mengimplementasikannya.