Donald Trump Meragukan Status Negara Palestina Walaupun Kesepakatan Perdamaian Gaza Tercapai
Seorang politikus Palestina terkemuka, Nasser al Qudwa, mengatakan kepada Sky News bahwa Trump 'yang memegang kendali' dan memperingatkan bahwa rencananya tentang pemerintahan yang dipimpin Barat yang memerintah Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak akan masuk akal.
Namun, Trump bersikeras bahwa keputusan apa pun mengenai masalah tersebut akan dibuat berdasarkan konsensus dengan mitra regional dan internasional.
Berdasarkan kerangka kerja perdamaian 20 poin Trump, Gaza akan dipimpin oleh Dewan Perdamaian internasional dan akan dipimpin oleh Trump. Ia juga mengusulkan nama mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai anggota dewan.
Namun, ia bersikeras pada pembangunan kembali Gaza sebelum menemukan jalur yang kredibel bagi penentuan nasib sendiri Palestina.
“Saya tidak berbicara tentang negara tunggal atau negara ganda. Saya berbicara tentang pembangunan kembali Gaza,” katanya, “Itu adalah ruang kekuasaan. Mereka adalah negara-negara terkaya, negara-negara yang sangat, sangat kaya, dan mereka mampu mengatasinya.”
Ketika Nasser al Qudwa ditanya bagaimana perasaannya tentang pengelolaan atau perwalian Barat, ia mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak ingin berada di bawah otoritas internasional mana pun, khususnya tidak di bawah mandat Inggris lainnya.