Prabowo Akui Gunakan Arah Pemikiran Sosialisme dan Kapitalisme dalam Pembangunan Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto. Sumber: Internet
Sayangnya, pemikiran Sumitro berubah ketika ia ditugaskan mewakili Indonesia ke markas PBB di New York.
Di sana, Sumitro banyak berinteraksi dengan pemimpin-pemimpin bisnis dan ekonomi di Amerika Serikat yang menganut kapitalisme, namun tetap memiliki semangat anti-imperialisme yang kuat.
"Amerika saat itu ada di garda terdepan untuk memaksa negara-negara kolonialis untuk de-kolonisasi. Saya pikir, ayah saya itu, dan dia mendapat banyak bantuan dari banyak pemimpin-pemimpin usaha di AS," ujarnya.
Baca juga: Pengakuan Gibran yang Kebal Sindiran