Israel Kembali Langgar Gencatan Senjata, Lancarkan Serangan Baru Terhadap Hamas di Gaza Selatan
RIAU24.COM - Militer Israel pada hari Minggu (19 Oktober) menyatakan telah melancarkan serangan baru terhadap target-target Hamas di Gaza selatan sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok militan Palestina tersebut hari ini.
Sebelumnya, seorang pejabat militer Israel memperingatkan akan adanya serangan lanjutan setelah militer Israel menyerang kota Rafah di Gaza selatan dan kota Beit Lahia di utara pada hari yang sama.
Israel menuduh Hamas melanggar gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump.
"Menanggapi pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata hari ini, IDF (militer) telah memulai serangkaian serangan terhadap target-target teror Hamas di Jalur Gaza selatan," kata militer dalam sebuah pernyataan.
Serangan terbaru ini menandai serangan kedua sejak gencatan senjata diberlakukan di Gaza sembilan hari lalu.
Menyusul gelombang serangan pertama pada Minggu pagi, militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut dilancarkan sebagai balasan atas setidaknya tiga serangan Hamas terhadap pasukannya.
Sementara itu, Hamas membantah tuduhan pelanggaran gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa mereka mematuhi gencatan senjata dan Israel sedang merancang ‘dalih yang lemah’ untuk melanjutkan perang.
Hamas akan membayar harga yang mahal
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan Hamas agar tidak melanggar gencatan senjata di Gaza.
"Hamas akan membayar harga yang mahal untuk setiap tembakan dan setiap pelanggaran gencatan senjata," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
"Jika pesan ini tidak dipahami, respons kami akan semakin keras," ucapnya lagi.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia bertemu dengan Katz dan pimpinan badan keamanan Shin Bet dan Mossad, setelah itu ia mengarahkan agar tindakan tegas diambil terhadap target-target teroris di Jalur Gaza.
Badan Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa setidaknya 15 orang tewas menyusul kembalinya permusuhan antara Israel dan Hamas.
Mahmud Bassal, juru bicara badan tersebut, mengklaim bahwa enam korban tewas ketika serangan Israel menargetkan sekelompok warga sipil di kota Zuwaida di Gaza tengah.
Namun, Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan lokasi-lokasi militan Hamas.
Saling serang di Gaza baru-baru ini terjadi setelah pertukaran sandera-tahanan antara Israel dan Hamas di bawah fase pertama perjanjian damai Gaza yang diusulkan Trump.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Hamas membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup dan 12 jenazah dari 28 sandera yang tewas.
Sebagai imbalannya, Israel telah memulangkan ribuan tahanan Palestina dan warga Gaza.
(***)