Biadab! Militer Israel Jagal Para Sandera Palestina, 135 Jenazah Kembali dalam Kondisi Dimutilasi
Salah satu keluarga yang menerima jenazah atas nama Mahmoud Ismail Shabat, harus menghadapi kenyataan bahwa kerabatnya kembali dalam keadaan yang tidak dapat dikenali.
"Yang paling menyakitkan bagi kami adalah tangannya diikat, dan tubuhnya dipenuhi tanda-tanda penyiksaan yang jelas. Di mana dunia?," tanya ibu Shabat. "Semua sandera kami kembali dalam keadaan tersiksa dan hancur."
Kelompok hak asasi manusia segera merespons. Naji Abbas, Direktur departemen tahanan di Physicians for Human Rights Israel (PHR), menyatakan temuan jenazah ini memvalidasi kekhawatiran mereka. PHR mendesak agar PBB mengambil tindakan.
"Jumlah warga Palestina yang meninggal dalam tahanan Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya, ditambah dengan bukti terverifikasi yang didokumentasikan mengenai kematian akibat penyiksaan dan kelalaian medis - dan kini temuan pada jenazah yang dikembalikan - tidak meninggalkan keraguan: penyelidikan internasional independen sangat dibutuhkan untuk meminta pertanggungjawaban," tegas PHR.
Tuduhan penyiksaan dan kondisi yang merendahkan martabat di pangkalan Sde Teiman bukan isu baru.
Seorang whistleblower (pembocor rahasia) yang berbicara kepada The Guardian dan menyaksikan langsung kondisi penahanan di Sde Teiman memberikan kesaksian yang mengerikan.