Netanyahu Menyatakan Israel Tidak Memerlukan Persetujuan untuk Menyerang Musuh-musuhnya
RIAU24.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (26 Oktober) menyatakan bahwa negaranya tidak akan meminta persetujuan untuk menyerang target di Gaza atau Lebanon, meskipun gencatan senjata berlaku.
Pernyataan ini muncul setelah kunjungan beberapa pejabat tinggi AS, yang berupaya untuk memperkuat gencatan senjata di Gaza.
Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel sendiri yang akan memutuskan negara mana yang akan diizinkan untuk bergabung dengan pasukan keamanan internasional di Gaza.
"Israel adalah negara merdeka. Kami akan membela diri dengan cara kami sendiri, dan kami akan terus menentukan nasib kami," ujar Netanyahu dalam pertemuan para menteri.
"Kami tidak meminta persetujuan siapa pun untuk ini. Kami mengendalikan keamanan kami," ujarnya.
Meskipun Israel telah menarik pasukannya ke apa yang disebut ‘Garis Kuning,’ Israel masih menguasai lebih dari separuh wilayah tersebut dan mengizinkan setiap konvoi bantuan PBB melewati perbatasannya.