Menu

Netanyahu Menyatakan Israel Tidak Memerlukan Persetujuan untuk Menyerang Musuh-musuhnya

Amastya 27 Oct 2025, 15:38
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/ AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/ AFP

RIAU24.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (26 Oktober) menyatakan bahwa negaranya tidak akan meminta persetujuan untuk menyerang target di Gaza atau Lebanon, meskipun gencatan senjata berlaku.

Pernyataan ini muncul setelah kunjungan beberapa pejabat tinggi AS, yang berupaya untuk memperkuat gencatan senjata di Gaza.

Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel sendiri yang akan memutuskan negara mana yang akan diizinkan untuk bergabung dengan pasukan keamanan internasional di Gaza.

"Israel adalah negara merdeka. Kami akan membela diri dengan cara kami sendiri, dan kami akan terus menentukan nasib kami," ujar Netanyahu dalam pertemuan para menteri.

"Kami tidak meminta persetujuan siapa pun untuk ini. Kami mengendalikan keamanan kami," ujarnya.

Meskipun Israel telah menarik pasukannya ke apa yang disebut ‘Garis Kuning,’ Israel masih menguasai lebih dari separuh wilayah tersebut dan mengizinkan setiap konvoi bantuan PBB melewati perbatasannya.

Sejak gencatan senjata, Israel telah melancarkan setidaknya dua serangan di Gaza.

Netanyahu menekankan bahwa Israel telah menyerang Gaza dengan 150 ton bom dan rudal pada 19 Oktober setelah dua tentaranya tewas.

Ia juga mencatat bahwa pasukan Israel melancarkan serangan pada hari Sabtu yang menargetkan seorang militan Jihad Islam.

Mengenai pasukan keamanan internasional di Gaza, Netanyahu mengatakan, “Kami telah menegaskan sehubungan dengan pasukan internasional bahwa Israel akan menentukan pasukan mana yang tidak dapat kami terima.”

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump antara Israel dan Hamas, sebuah koalisi yang sebagian besar terdiri dari kekuatan Arab dan Muslim diperkirakan akan mengerahkan pasukan di wilayah yang dilanda perang tersebut.

Namun, Netanyahu menentang keterlibatan Turki dalam pasukan tersebut.

Sementara itu, tim penyelamat Mesir tiba di selatan Jalur Gaza.

Konvoi tersebut dilengkapi alat berat untuk membantu mempercepat pencarian jenazah sandera Israel yang hilang di reruntuhan wilayah yang hancur.

(***)