Menu

PHR dan TNI Gelar Apel Siaga Pengamanan Objek Vital Nasional di Rumbai

Devi 2 Dec 2025, 15:40
PHR dan TNI Gelar Apel Siaga Pengamanan Objek Vital Nasional di Rumbai
PHR dan TNI Gelar Apel Siaga Pengamanan Objek Vital Nasional di Rumbai

RIAU24.COM - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis Pertamina di Kompleks PHR Rumbai, Senin (1/12/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Pertahanan RI untuk memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga objek vital nasional sektor energi.

Apel dipimpin Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dan turut dihadiri unsur Forkopimda Riau, perwakilan Polda Riau, serta Pemerintah Provinsi Riau.

General Manager PHR WK Rokan, Andre Wijanarko, menegaskan pentingnya stabilitas keamanan bagi keberlanjutan operasional migas di wilayah kerja Rokan, yang merupakan tulang punggung energi nasional.

“Sinergi TNI dan Polri memberikan jaminan keamanan dan kelancaran operasi kami untuk mengejar target produksi energi nasional,” ujar Andre.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai menurunkan 380 personel gabungan dari berbagai satuan, antara lain Batalyon Arhanud 13/PBY, Kikav 6/RBT, Pomdam, Denmadam, serta dukungan 1 SST Samapta Polda Riau, Satpol PP, BPBD, dan Damkar.

TNI juga menyiagakan Alutsista taktis, termasuk 2 unit Ranpur Anoa, 2 unit Rudal MMS, kendaraan taktis Maung MV3, dan kendaraan pengawalan khusus.

Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa pengamanan instalasi strategis energi merupakan bagian dari menjaga kedaulatan negara.

“Keberhasilan pengamanan bukan hanya diukur dari tidak adanya gangguan, tetapi dari kemampuan mencegah ancaman,” tegasnya.

Ia menambahkan, keamanan Pertamina adalah keamanan rakyat, bagian dari kedaulatan yang wajib dijaga.

Sejak alih kelola pada Agustus 2021, PHR WK Rokan telah memberikan kontribusi penerimaan negara lebih dari Rp115 triliun. Dengan wilayah operasi seluas 6.400 km² mencakup tujuh kabupaten/kota di Riau dan lebih dari 12.600 sumur aktif, aspek keamanan menjadi fondasi utama keberlanjutan produksi energi nasional. ***