Menu

Ekspor yang Kuat Meningkatkan Surplus Perdagangan Indonesia Menjadi 38,5 Miliar Dolar AS

Devi 6 Jan 2026, 13:40
Ekspor yang Kuat Meningkatkan Surplus Perdagangan Indonesia Menjadi 38,5 Miliar Dolar AS
Ekspor yang Kuat Meningkatkan Surplus Perdagangan Indonesia Menjadi 38,5 Miliar Dolar AS

RIAU24.COM Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 38,54 miliar dolar AS pada periode Januari–November 2025, setara dengan sekitar Rp 643,7 triliun, menurut data yang dirilis Senin oleh Badan Pusat Statistik.Direktori bisnis lokal

Surplus tersebut didorong oleh perdagangan non-minyak dan gas, yang mencatatkan surplus sebesar $56,15 miliar, sementara sektor minyak dan gas mencatatkan defisit sebesar $17,61 miliar, menurut data tersebut.

Total impor Indonesia selama 11 bulan pertama tahun 2025 mencapai $218,02 miliar, naik 2,03% dibandingkan tahun sebelumnya. Impor non-minyak dan gas mencapai $188,61 miliar dari total tersebut, naik 4,37% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Total ekspor selama periode yang sama mencapai $256,56 miliar, mewakili pertumbuhan sebesar 5,61% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor non-minyak dan gas mencapai $244,75 miliar, naik 7,07% dari tahun sebelumnya.

China tetap menjadi tujuan ekspor non-minyak dan gas terbesar Indonesia, dengan nilai pengiriman mencapai $58,24 miliar. Disusul oleh Amerika Serikat dengan $28,14 miliar dan India dengan $16,44 miliar. Secara gabungan, ketiga pasar tersebut menyumbang 42% dari total ekspor non-minyak dan gas Indonesia.

Ekspor ke China mewakili 23,8% dari total pengiriman non-minyak dan gas Indonesia, yang didominasi oleh besi dan baja, bahan bakar mineral, dan produk nikel. Amerika Serikat menyumbang 11,5%, sedangkan India menyumbang 6,72%.

Berdasarkan wilayah, ekspor non-minyak dan gas ke Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berjumlah $47,21 miliar, mewakili 19,29% dari total, sedangkan ekspor ke Uni Eropa mencapai $17,75 miliar, atau 7,25%.

Dari sisi impor, China juga merupakan sumber impor non-minyak dan gas terbesar Indonesia selama periode Januari–November, dengan pengiriman senilai $77,52 miliar, atau 41,1% dari total. Disusul oleh Jepang dengan $13,28 miliar, atau 7,04%, dan Amerika Serikat dengan $8,93 miliar, atau 4,73%.

Impor dari ASEAN berjumlah $29,46 miliar, mewakili 15,62% dari impor non-minyak dan gas, sedangkan impor dari Uni Eropa mencapai $11,2 miliar, atau 5,94%. ***