Menu

Bambang Budi Santoso, Alumni Unri yang Kembali Pimpin PTPN IV Regional III

Devi 6 Jan 2026, 13:51
Bambang Budi Santoso, Alumni Unri yang Kembali Pimpin PTPN IV Regional III
Bambang Budi Santoso, Alumni Unri yang Kembali Pimpin PTPN IV Regional III

Peningkatan ini ditopang oleh penguatan efektivitas dan efisiensi operasional pabrik, yang tercermin dari capaian rendemen CPO sebesar 23,59 persen, melampaui target sebesar 23,45 persen dan juga lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu yang berada di angka 23,28 persen.

"Dalam setahun terakhir, Pak Gusmar telah berhasil meningkatkan kinerja kita secara signifikan. Dan ini jadi momentum bagi kita untuk dapat mempertahankan, sehingga apa yang telah ditorehkan pada tahun ini dapat ditingkatkan ke arah yang lebih baik ke depan," kata Bambang dalam sambutannya di saat serah terima jabatan, hari ini.

Sebagai junior, Bambang pun memuji kinerja dan ketenangan Ahmad Gusmar Harahap selama mendampinginya di PTPN IV Regional III. Ia mengakui bahwa Gusmar memiliki karateristik yang tenang saat menghadapi persoalan. "Mungkin karena pengalaman beliau selama ini malang melintang memimpin regional dengan luas areal yang lebih besar. Sehingga saat beliau tenang, bisa menemukan solusi yang tepat dalam setiap masalah yang ada," tuturnya.

Tak lupa, mewakili segenap insan PTPN IV Regional III, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gusmar, atas dedikasi, sumbangsih, tenaga, dan pikirannya untuk PTPN IV Regional III. "Dan Pak Gusmar. Izinkan saya mewakili rekan-rekan semua, apresiasi setinggi-tingginya. Insya Allah nasehat dan keteladanan bapak menjadi bekal kami untuk kedepannya," tuturnya.

Bambang sendiri bukan sosok asing di lingkungan PTPN IV Regional III. Ia mengawali kariernya di perusahaan perkebunan negara tersebut sejak masih bernama PTPN V pada tahun 2000, dan telah mengabdikan diri selama lebih dari 26 tahun di wilayah Riau.

Selama perjalanan kariernya, pria berkacamata tersebut dipercaya menempati sejumlah posisi strategis, baik di bidang operasional maupun manajerial. Pengalaman panjang tersebut menjadikannya salah satu figur yang memahami secara utuh karakter wilayah, sumber daya manusia, serta dinamika industri perkebunan di Regional III.

Halaman: 234Lihat Semua