Menu

Masukan untuk Pertahankan Wibawa NU

Azhar 29 Jan 2026, 13:32
Bendera Nahdlatul Ulama (NU). Sumber: CNN Indonesia
Bendera Nahdlatul Ulama (NU). Sumber: CNN Indonesia

RIAU24.COM - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib, alias Gus Salam bicara tentang penataan kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, sejak awal NU merupakan perhimpunan keagamaan dan kemasyarakatan yang bertumpu pada kepemimpinan ulama, baik dalam dimensi keilmuan, moral, maupun sosial kebangsaan, dikutip dari rmol.id, Kamis, 29 Januari 2026.

"Dalam tradisi NU, kepemimpinan tidak dibangun di atas kekuasaan, tetapi di atas ilmu, adab, keteladanan, dan keberkahan. Ulama bukan sekadar pengurus, melainkan penjaga nilai dan penuntun umat," ujarnya.

Namun, seiring perjalanan waktu, NU berkembang menjadi organisasi yang sangat besar dan kompleks.

"Skaligus berhadapan langsung dengan dinamika sosial, politik, dan kebangsaan yang semakin rumit. Dalam situasi seperti ini, ketulusan saja dinilai tidak cukup," sebutnya.

Saat ini penting menata kepemimpinan NU yang berpijak pada supremasi ulama. 

Halaman: 12Lihat Semua