200 Peserta Ikut Menjaga Warisan Budaya, Pemkab Bengkalis Buka Festival Layang Wau Laksamana
"Keanekaragaman permainan rakyat, khususnya Layang-Layang Wau, memerlukan perhatian serius. Jika tidak kita jaga dan kembangkan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin warisan luhur ini akan hilang ditelan zaman dan hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita di masa depan," ujar Johansyah.
Disamping itu, salah satu poin penting yang disampaikan Johansyah Syafri adalah mengenai status hukum ragam layang-layang khas Bengkalis. Mengingat, Layang Kuau Jantan Laksamana Bengkalis telah resmi dipatenkan secara nasional dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sebagai ikon budaya Bengkalis.
"Ke depan, kita berharap untuk dapat melanjutkan proses pendaftaran hak cipta dan paten bagi jenis lainnya, yaitu; Layang Kuau Betina dan Wau Bulan Laksamana Bengkalis," pintanya.
Langkah ini diambil agar keberadaan warisan budaya tak benda milik daerah tersebut semakin terlindungi secara hukum dan diakui secara luas.
Melalui festival ini, beliau juga berharap generasi muda dapat lebih mengenal, memahami, dan mencintai jati diri budayanya. Apalagi festival ini menyediakan ruang bagi anak-anak untuk belajar nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, kesabaran, dan gotong royong melalui cara yang menyenangkan.
"Kami berharap kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan. Kita ingin Layang-Layang Wau Bengkalis dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga mancanegara, sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Bengkalis sepanjang masa," tutupnya.