MoU Konservasi Diteken: KPH Kampar Kiri, HKm dan PT RAPP Sepakat Jaga Hutan Riau
Program tersebut awalnya diuji coba di empat desa di sekitar wilayah operasional perusahaan di Pelalawan dengan pendekatan berbasis masyarakat dan sistem penghargaan. Hasilnya, angka kebakaran di desa-desa tersebut menurun signifikan, bahkan saat menghadapi kondisi iklim ekstrem pada musim kemarau panjang.
Seiring waktu, program Desa Bebas Api berkembang menjadi Fire Free Village dan kemudian berevolusi menjadi konservasi bersama masyarakat. Program ini tidak hanya menjaga kawasan hutan di sekitar desa, tetapi juga membantu masyarakat mengembangkan mata pencarian berkelanjutan.
“Saya yakin di wilayah kerja sama ini banyak area yang bisa kita tanami pohon. Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, Riau bisa menjadi salah satu paru-paru dunia,” ujar Mulia.
Ia berharap penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi dan kerja sama jangka panjang, khususnya di Kabupaten Kampar.
"Dengan semangat kolaborasi, kita dapat menjaga kelestarian hutan, memperkuat ketahanan lingkungan, serta menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat hari ini dan di masa mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, M Job Kurniawan, mengajak seluruh pihak untuk melakukan refleksi bersama atas kebijakan dan praktik pengelolaan hutan yang selama ini dijalankan.