Menu

Energi yang Bertanggung Jawab: Komitmen PHR Pulihkan Tanah demi Masa Depan Berkelanjutan

Zuratul 7 Feb 2026, 21:47
_Sebuah alat berat melakukan aktivitas di salah satu fasilitas pemulihan TTM di WK Rokan. (Istimewa)
_Sebuah alat berat melakukan aktivitas di salah satu fasilitas pemulihan TTM di WK Rokan. (Istimewa)

RIAU24.COM - Di bentang lahan Riau yang ditumbuhi hamparan kelapa sawit dan garis-garis tua jalur pipa migas, terdapat warisan tanggung jawab yang tak kasat mata namun besar pengaruhnya bagi masa depan. Wilayah Kerja (WK) Rokan—salah satu sumber energi utama Indonesia—memegang cerita panjang tentang produksi minyak dan gas bumi yang menopang negeri selama puluhan tahun. Ketika Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengambil alih kendali wilayah ini pada Agustus 2021, mereka tidak hanya mewarisi infrastruktur dan potensi produksi, tetapi juga amanah untuk menjaga lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan. 

Dalam kenyataannya upaya PHR tidak berhenti pada aspek menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasi saja, lebih jauh PHR juga berperan penting membantu pemerintah dalam memperbaiki permasalahan tanah terkontaminasi minyak bumi (TTM) yang pernah menjadi bagian dari kegiatan operasi masa lalu, melalui pelaksanaan kegiatan penugasan pemulihan TTM. 

Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi (TTM) merupakan akibat dari aktivitas industri migas masa lalu. Karena TTM terjadi sebelum ada peraturan lingkungan hidup yang melarang penggunaan minyak bumi untuk pembuatan jalan atau aktivitas lainnya, Ia juga merupakan refleksi dari meningkatnya kesadaran Masyarakat untuk semakin peduli dengan lingkungan, yang berkembang dalam bentuk evolusi regulasi.

Selaku pelaksana penugasan, PHR tidak mengambil alih tanggung jawab atas paparan minyak yang terjadi, namun menjadi bukti dukungan PHR dalam program Pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik di sekitar area operasinya.

"PHR ditunjuk oleh SKK Migas untuk menjalankan tugas besar ini. Program ini telah berjalan sejak pengelolaan WK Rokan dialihkan, dan terus bergerak dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dengan roadmap yang lebih agresif dibanding sebelumnya," kata Ovulandra Wisnu, Vice President Remediation & Asset Retirement PHR.

Lebih lanjut, Wisnu menambahkan bahwa percepatan diharapkan tetap membawa semangat efisiensi dan hasil yang lebih baik. Meski tidak sesederhana itu. Di balik setiap langkah pemulihan, ada tantangan teknis dan sosial yang tak bisa dianggap enteng mengingat lokasi TTM banyak berada di lahan-lahan milik Masyarakat.  

Halaman: 12Lihat Semua