Menu

Perempuan Perajin Keripik Tempe di Bintan Menjadi Bukti Nyata Dampak Program CSR BRK Syariah bagi UMKM

Alwira 7 Feb 2026, 13:26
Perajin Keripik Tempe di Bintan Dapat Bantuan Program CSR BRK Syariah
Perajin Keripik Tempe di Bintan Dapat Bantuan Program CSR BRK Syariah

RIAU24.COM - Ketekunan dan kesabaran menjadi kunci perjalanan usaha Julianti (51), atau yang akrab disapa Yanti. Berawal dari kondisi ekonomi keluarga yang sempat goyah, perempuan asal Kecamatan Bintan Timur ini perlahan bangkit dan kini menggerakkan usaha bersama yang memberi penghasilan tambahan bagi warga sekitarnya.

Yanti mulai merintis usaha sejak 2016. Saat itu, suaminya baru saja selesai kontrak kerja dan belum memiliki pekerjaan tetap. Dari dapur rumah, Yanti mencoba berbagai usaha kecil demi menopang kebutuhan keluarga dan pendidikan kedua anaknya, yang kini satu telah bekerja dan satu lagi hampir menyelesaikan kuliah.

Usaha pertama yang ia jalani adalah kerajinan tangan. Atas ide anaknya, Yanti membuat sarung pulpen dengan berbagai karakter. Tak berhenti di situ, ia mencoba peruntungan dengan menjual kue olahan ubi menjadi bolu. Setiap hari, proses produksi dilakukan sejak pukul 21.00 malam, lalu hasilnya dititipkan ke warung-warung sekitar. Namun, usaha kue ubi itu hanya bertahan sekitar satu tahun karena keuntungan yang masih sangat terbatas.

Perjalanan Yanti berlanjut ketika ia berinsiatif menggerakan sepuluh ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya untuk membuat Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Sebagian besar dari mereka adalah orangtua tunggal yang menjadi penopang hidup keluarga. 

Dari berbagai pilihan produk, Yanti memilih mengembangkan keripik tempe. Prosesnya tidak mudah. Selama hampir satu tahun, ia dan anggota kelompok berulang kali gagal, terutama dalam mendapatkan irisan tempe yang tipis dan konsisten.

“Setelah satu tahun mencoba, barulah kami bisa mengiris tempe dengan baik,” ujar Yanti.

Halaman: 12Lihat Semua