Kesehatan Mental Anak Juga Tak Kalah Penting dari MBG
RIAU24.COM -Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Natasya Restu Dewi Pratiwi berharap pemerintah memperhatikan kesehatan mental anak.
Hal ini karena sudah menjadi sorotan publik, yakni terjadi kembali aksi bunuh diri pada anak, dikutip dari rmol.id, Minggu 22 Februari 2026.
"Tumbuh kembang anak diharapkan bukan hanya memerhatikan soal fisik yang digenjot pemerintah lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), tapi juga terkait dengan kesehatan mental," ujarnya.
Pemerintah bisa melakukan pemerataan integrasi layanan kesehatan mental di sekolah, di desa melalui posyandu, dan puskesmas.
"Bisa juga melakukan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang potensial menjadi pintu skrining awal anak dengan intensi bunuh diri," ujarnya.
"Sehingga mereka dapat segera dirujuk ke layanan profesional. Pelatihan kepada siswa, guru, orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam mengenali tanda-tanda stres; cara merawat diri saat mengalami luka psikologis; cara mendapatkan layanan kesehatan mental; cara berkomunikasi dengan anak," tambahnya.
Tak hanya sekali, upaya ini harus diperbaiki secara sistematis dengan alokasi anggaran yang memadai, berbasis data, dan menyasar faktor struktural yang selama ini diabaikan.