BRK Syariah Gaungkan Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026 di Pekanbaru
“Literasi keuangan syariah harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak. Karena itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi serta menjadikan BRK Syariah sebagai mitra utama dalam layanan transaksi dan pengembangan ekonomi syariah,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Perekonomian Provinsi Riau Indriani Sari mewakili Plt Gubernur Riau, Kabag Perekonomian Pemko Pekanbaru Boge Peni mewakili Wali Kota Pekanbaru, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Achmad, Kepala OJK Riau Triyoga Laksito, Wakil Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Riau, jajaran pimpinan BRK Syariah, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan travel haji dan umrah di Pekanbaru.
Kepala OJK Riau Triyoga Laksito mengapresiasi komitmen BRK Syariah dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai kegiatan edukatif kepada masyarakat.
Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan bersama. Berdasarkan data nasional tahun 2025, tingkat inklusi keuangan syariah tercatat sekitar 13,41 persen, sementara tingkat literasinya mencapai 43 persen.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat yang sudah memiliki literasi belum sepenuhnya mendorong peningkatan inklusi. Karena itu diperlukan kolaborasi antara perbankan, regulator dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pemahaman sekaligus pemanfaatan layanan keuangan syariah,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Pekanbaru yang diwakili Kabag Perekonomian Boge Peni menilai pelaksanaan GERAK Syariah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.