Alasan Belum Diterapkannya Kebijakan WFH Sehari
RIAU24.COM - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan ke publik perihal kebijakan Work From Home (WFH) sehari.
"Sekali lagi karena itu harus dilaporkan hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden," ujarnya dikutip dari rmol.id, Kamis, 26 Maret 2026.
Tambahnya, keputusan mengenai hari pelaksanaan WFH sebenarnya sudah mengarah pada satu pilihan yang disepakati mayoritas menteri.
Namun, Tito belum bersedia mengungkap detailnya sebelum dilaporkan kepada Presiden.
"Saya enggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari yang sama," ujarnya.
Rencana WFH ini menyasar aparatur sipil negara dan sektor swasta, dengan salah satu opsi yang mengemuka adalah pelaksanaan pada hari Jumat untuk menciptakan akhir pekan lebih panjang.
Kebijakan ini digodok setelah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari 2026.